Senin, 06 Januari 2020
Kamis, 02 Januari 2020
Rabu, 01 Januari 2020
PERBANDINGAN
Perbandingan
adalah suatu cara untuk membandingkan dua nilai atau lebih dari suatu besaran
yang sama.
Perbandingan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: Perbandingan usia ayah dan anak, perbandingan tinggi, perbandingan berat badan, dan lainnya. Perbandingan biasanya dinyatakan dengan simbol ( : )
Perbandingan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: Perbandingan usia ayah dan anak, perbandingan tinggi, perbandingan berat badan, dan lainnya. Perbandingan biasanya dinyatakan dengan simbol ( : )
Sebagai
ilustrasi perhatikan contoh berikut :
a. Usia Ayah 45 tahun dan usia ibu 40 tahun, sedangkan usia Ali 15 tahun serta usia Ani 10 tahun.
a. Usia Ayah 45 tahun dan usia ibu 40 tahun, sedangkan usia Ali 15 tahun serta usia Ani 10 tahun.
Perbandingan
usia ayah dan ibu = 45 tahun : 40 tahun = 45 : 40 = 9 : 8
Perbandingan Usia Ali dan Ani = 15 tahun : 10 tahun = 15 : 10 = 3 : 2
Perbandingan usia Ayah dan Ali = 45 tahun : 15 tahun = 45 : 15 = 3 : 1
Perbandingan Usia Ali dan Ani = 15 tahun : 10 tahun = 15 : 10 = 3 : 2
Perbandingan usia Ayah dan Ali = 45 tahun : 15 tahun = 45 : 15 = 3 : 1
Cara menyederhana kan perbandingan:
1. Pada perbandingan antara
besaran yang berbeda, bisa diubah keduanya ke jenis satuan terkecil.
2. Kedua sisi dibagi dengan
nilai yang sama, sampai keduanya tidak bisa dibagi lagi.
3. Atau bagikan kedua sisi dengan Faktor
Persekutuan Terbesar (FPB) dari kedua sisi.
Skala
Istilah skala sering kita
jumpai kalau kita membuka peta/atlas.
Jika pada peta tertulis
skala 1 : 5.000.000, berarti :
1 cm pada peta mewakili 5.000.000 cm jarak yang sebenarnya, atau
1 cm pada peta mewakili 50.000 m jarak yang sebenarnya, atau
1 cm pada peta mewakili 50 km jarak yang sebenarnya
Skala adalah perbandingan ukuran pada gambar (cm) dengan ukuran sebenarnya (cm) Tampak bahwa skala menggunakan satuan cm untuk dua besaran yang dibandingkan Perlu diingat bahwa : 1 km = 1.000 m = 100.000 cm.
Rumus Jarak pada peta:
Rumus Jarak sebenarnya:
Contoh berikut menjelaskan bagaimana kita menggunakan skala pada sebuah peta.
1 cm pada peta mewakili 5.000.000 cm jarak yang sebenarnya, atau
1 cm pada peta mewakili 50.000 m jarak yang sebenarnya, atau
1 cm pada peta mewakili 50 km jarak yang sebenarnya
Skala adalah perbandingan ukuran pada gambar (cm) dengan ukuran sebenarnya (cm) Tampak bahwa skala menggunakan satuan cm untuk dua besaran yang dibandingkan Perlu diingat bahwa : 1 km = 1.000 m = 100.000 cm.
Rumus Skala:

Rumus Jarak pada peta:

Rumus Jarak sebenarnya:

a. Pada sebuah peta jarak tempat A dan B adalah 3 cm, padahal
jarak A dan B sebenarnya 450 km.
Tentukan skala yang dipergunakan pada peta tersebut !
Tentukan skala yang dipergunakan pada peta tersebut !
Jawab :
Skala = Ukuran pada peta : Ukuran yang sebenarnya
= 3 cm : 450 km
= 3 cm : 45.000.000 cm (pada skala harus menggunakan satuan cm)
= 3 : 45.000.000
= 1 : 15.000.000
Skala = Ukuran pada peta : Ukuran yang sebenarnya
= 3 cm : 450 km
= 3 cm : 45.000.000 cm (pada skala harus menggunakan satuan cm)
= 3 : 45.000.000
= 1 : 15.000.000
b. Pada sebuah peta jarak kota A ke kota B adalah 8 cm. Jika
skala peta itu adalah 1 : 500.000, maka berapakah jarak sebenarnya kedua kota
tersebut ?
Jawab :
Skala 1 = 500.000 berarti 1 cm pada peta mewakili jarak 500.000 cm jarak sesungguhnya, atau 1 cm pada peta mewakili jarak 5 km jarak sesungguhnya.
Skala 1 = 500.000 berarti 1 cm pada peta mewakili jarak 500.000 cm jarak sesungguhnya, atau 1 cm pada peta mewakili jarak 5 km jarak sesungguhnya.
c. Sebuah peta menggunakan skala 1 : 25.000.000 . Jika jarak dua
tempat sebenarnya 300 km, berapakah jarak kedua tempat itu pada peta ?
Jawab :
Skala 1 : 25.000.000
Artinya 1 cm pada peta mewakili 25.000.000 cm jarak sesungguhnya, atau 1 cm pada peta mewakili 250 km jarak sesungguhnya.
Jadi jarak kedua tempat itu pada peta adalah 300 : 250 = 1,2 cm
Lebar rumah sebenarnya dapat ditentukan sebagai berikut:
Skala 1 : 25.000.000
Artinya 1 cm pada peta mewakili 25.000.000 cm jarak sesungguhnya, atau 1 cm pada peta mewakili 250 km jarak sesungguhnya.
Jadi jarak kedua tempat itu pada peta adalah 300 : 250 = 1,2 cm
Suatu maket perumahan dibuat dengan skala 1: 200. Ukuran setiap rumah dalam tersebut adalah 8cm × 4cm.
a. Hitunglah panjang dan lebar rumah sebenarnya
b. Perbandingan luas rumah pada maket dengan luas sebenarnya
a. Hitunglah panjang dan lebar rumah sebenarnya
b. Perbandingan luas rumah pada maket dengan luas sebenarnya
Penyelesaian:
a. Skala maket 1 : 200
Panjang rumah pada maket = 8cm
Lebar rumah pada maket = 4cm
Panjang rumah pada maket = 8cm
Lebar rumah pada maket = 4cm
Misalkan P adalah panjang rumah sebenarnya dan L adalah lebar rumah sebenarnya, sehingga panjang rumah sebenarnya dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip perbandingan berikut:

Jadi, panjang rumah sebenarnya adalah 1600cm atau 16m.
Lebar rumah sebenarnya dapat ditentukan sebagai berikut:

b. Luas rumah pada maket = 8cm × 4cm = 32cm2
Luas rumah sebenarnya = 16m × 8m = 128m2
Luas rumah sebenarnya = 16m × 8m = 128m2
Jadi, perbandingan luas rumah pada maket dengan luas rumah sebenarnya adalah:

Jenis Perbandingan
a.
Perbandingan Senilai
Perbandingan
senilai berkaitan dengan perbandingan dua buah besaran, di mana jika besaran
yang satu berubah naik/turun, maka besaran yang lain juga berubah naik/turun.
Contoh masalah yang berkaitan dengan perbandingan senilai adalah :
Contoh masalah yang berkaitan dengan perbandingan senilai adalah :
o Jumlah
barang yang dibeli dengan harga yang harus di bayar
o Jumlah
konsumsi bahan bakar dan jarak yang ditempuh
o Jumlah
kaleng cat dan luas permukaan yang bisa di cat
Cara menyelesaikan masalah perbandingan senilai adalah dengan :
a. Menentukan nilai satuan
Dilakukan dengan menentukan nilai satuan dari besaran yang dibandingkan, baru kemudian dikalikan dengan besaran yang ditanyakan.
b. Menuliskan perbandingan senilai
Dilakukan dengan perbandingan langsung antara dua keadaan atau lebih
a. Menentukan nilai satuan
Dilakukan dengan menentukan nilai satuan dari besaran yang dibandingkan, baru kemudian dikalikan dengan besaran yang ditanyakan.
b. Menuliskan perbandingan senilai
Dilakukan dengan perbandingan langsung antara dua keadaan atau lebih
b.
Perbandingan Berbalik Nilai
Perbandingan
berbalik nilai berkaitan dengan membandingkan dua buah keadaan di mana jika
besaran yang satu bertambah/berkurang maka besaran yang lain
berkurang/bertambah.
Masalah yang berkaitan dengan perbandingan berbalik nilai antara lain :
Masalah yang berkaitan dengan perbandingan berbalik nilai antara lain :
o Banyaknya
pekerja dengan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan (untuk
pekerjaan yang sama)
o Kecepatan
dengan waktu tempuh (untuk jarak yang sama)
o Banyaknya
ternak dan waktu untuk menghabiskan makanan tersebut (untuk jumlah makanan
ternak yang sama)
Lebih lengkapnya pelajari yang di bawah ini
Data pada tabel di atas dapat disajikan pada koordinat kartesius seperti di bawah ini:
Dari data pada tabel dan grafik, kalian dapat mengambil kesimpulan bahwa:
Proporsi yang berlaku pada baris ke-1 dan ke-3 adalah
2. Perbandingan berbalik nilai
a. Jika tamu yang hadir 12, maka cupcake yang diterima tamu =
Data tersebut dapat disajikan pada tabel berikut ini:
Data pada tabel 2 dapat disajikan pada koordinat kartesius seperti di bawah ini:
Contoh:
Contoh:
Lebih lengkapnya pelajari yang di bawah ini
ada topik kali ini kalian akan mempelajari tentang menyelesaikan masalah - masalah dalam kehidupan nyata yang berkaitan dengan proporsi.

adalah suatu proporsi jika dan hanya jika ad = bc.
Marilah kita pelajari bagaimana menyelesaikan masalah proporsi dengan bantuan tabel dan grafik.
1. Perbandingan senilai
Ciri permasalahan yang berkaitan dengan perbandingan senilai dapat kalian lihat dari contoh berikut ini.
Ciri permasalahan yang berkaitan dengan perbandingan senilai dapat kalian lihat dari contoh berikut ini.
Contoh:
Seorang pedagang membeli 25 karung yang berisikan semangka dengan total berat 3 kuintal. Setelah semua semangka dihitung ternyata terdapat 150 semangka. Berapakah berat semangka yang dibeli pedagang jika:
a. pedagang hanya membeli 42 semangka yang besarnya sama.
b. pedagang hanya membeli 120 semangka semangka yang besarnya sama.
a. pedagang hanya membeli 42 semangka yang besarnya sama.
b. pedagang hanya membeli 120 semangka semangka yang besarnya sama.
Jawab:
Dari soal di atas pedagang membeli 300kg semangka (3 kuintal = 300kg) dan mendapat 150 semangka.
Dari soal di atas pedagang membeli 300kg semangka (3 kuintal = 300kg) dan mendapat 150 semangka.

a. Jika pedagang hanya membeli 42 semangka maka beratnya adalah 42 × 2 kg = 84 kg
b. Jika pedagang hanya membeli 120 semangka maka beratnya adalah 120 × 2 kg = 240 kg
b. Jika pedagang hanya membeli 120 semangka maka beratnya adalah 120 × 2 kg = 240 kg
Data banyak semangka dan beratnya dapat disajikan dalam tabel 1 berikut ini:

Data pada tabel di atas dapat disajikan pada koordinat kartesius seperti di bawah ini:

Dari data pada tabel dan grafik, kalian dapat mengambil kesimpulan bahwa:
1) Pada tabel 1, semakin banyak buah semangka yang dibeli, maka semakin bertambah beratnya. Semakin sedikit buah semangka yang dibeli maka semakin berkurang beratnya.
2) Coba kalian perhatikan tabel 1, kemudian perhatikan baris ke-1 dan baris ke-3;

Ternyata perbandingan banyak semangka pada baris ke-1 dan ke-3 senilai dengan perbandingan berat semangka pada baris tersebut.
Demikianlah seterusnya untuk perbandingan dua baris yang berbeda. Perbandingan dengan ciri seperti itu disebut dengan perbandingan senilai.
Proporsi yang berlaku pada baris ke-1 dan ke-3 adalah

3) Jika ditarik kurva yang melalui pasangan titik perbandingan, maka kurva tersebut berupa garis lurus.
2. Perbandingan berbalik nilai
Ciri permasalahan yang berkaitan dengan perbandingan berbalik nilai dapat kalian lihat dari contoh berikut ini.
Contoh:
Ibu menyediakan 3 dosin cupcake untuk acara arisan keluarga. Undangan telah disebarkan untuk 18 tamu undangan. Berapakah banyak cupecake yang diterima tamu jika cupcake dibagi rata untuk setiap tamunya?
a. apabila ternyata tamu yang hadir adalah 12 tamu.
b. apabila ternyata tamu yang hadir adalah 9 tamu.
c. apabila ternyata tamu yang hadir adalah 4 tamu.
a. apabila ternyata tamu yang hadir adalah 12 tamu.
b. apabila ternyata tamu yang hadir adalah 9 tamu.
c. apabila ternyata tamu yang hadir adalah 4 tamu.
Jawab:
Dari soal di atas kita ketahui bahwa berapapun tamu yang akan hadir, ibu hanya mempersiapkan 3 dosin cupcake. Total cupcake yang disediakan adalah 3 × 12 = 36 cupcake.
- Dengan demikian jika semua tamu hadir maka cupcake yang diterima setiap tamu =

a. Jika tamu yang hadir 12, maka cupcake yang diterima tamu =

b. Jika tamu yang hadir 9, maka cupcake yang diterima tamu =

c. Jika tamu yang hadir 4, maka cupcake yang diterima tamu =

Data tersebut dapat disajikan pada tabel berikut ini:

Data pada tabel 2 dapat disajikan pada koordinat kartesius seperti di bawah ini:

Dari data pada tabel 2 dan grafik 2, kalian dapat mengambil kesimpulan bahwa:
1) Pada tabel 2, semakin banyak tamu yang hadir, maka semakin sedikit jatah cupcake yang diterima tamu.
2) Coba kalian perhatikan tabel 2 kemudian perhatikan baris ke-1 dan baris ke-2;
2) Coba kalian perhatikan tabel 2 kemudian perhatikan baris ke-1 dan baris ke-2;

Ternyata perbandingan banyak tamu pada baris ke-1 dan ke-2 berkebalikan dengan perbandingan banyak cupcake pada baris tersebut. Demikianlah seterusnya untuk perbandingan dua baris yang lain. Perbandingan dengan ciri seperti itu disebut dengan perbandingan berbalik nilai.
Proporsi yang berlaku pada baris ke-1 dan ke-2 adalah

3) Jika ditarik kurva yang melalui pasangan titik perbandingan, maka kurva tersebut berupa garis lengkung.
Contoh:
Sebuah proyek pembuatan jembatan memerlukan 6 pekerja untuk menyelesaikan proyek tersebut dalam waktu 27 minggu. Berapa hari yang diperlukan untuk menyelesaikan jembatan apabila pekerja ditambah 12 orang pekerja?
Jawab:
Soal tersebut merupakan soal proporsi berupa perbandingan berbalik nilai karena semakin banyak pekerja maka semakin sedikit waktu yang digunakan untuk menyelesaikan proyek jembatan.
Total pekerja menjadi 6 + 12 = 18 pekerja. Misalkan n adalah banyak minggu yang dibutuhkan oleh 18 orang pekerja.
Total pekerja menjadi 6 + 12 = 18 pekerja. Misalkan n adalah banyak minggu yang dibutuhkan oleh 18 orang pekerja.
Apabila data disajikan dalam tabel menjadi sebagai berikut:


n = 9 minggu = 9 minggu × 7 = 63 hari
Banyak hari yang dibutuhkan oleh 18 pekerja adalah 63 hari.
Banyak hari yang dibutuhkan oleh 18 pekerja adalah 63 hari.
Contoh:
Ayah menghabiskan bensin sebanyak 10 liter untuk menempuh perjalanan ke luar kota sejauh 4 kilometer. Berapakah bensin yang dibutuhkan ayah jika ayah menempuh perjalanan sejauh 14 kilometer?
Jawab:
Soal tersebut merupakan soal proporsi berupa perbandingan senilai karena semakin jauh jarak tempuh ayah, akan semakin banyak bensin yang ia habiskan. Misalkan m adalah banyak bensin yang dihabiskan saat menempuh jarak 14 km. Bila data disajikan pada sebuah tabel menjadi:


Jadi, bensin yang dibutuhkan ayah untuk menempuh jarak 14 kilometer adalah sebanyak 35 liter.
Minggu, 01 Desember 2019
VIDEO PEMBELAJARAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI DATAR
Untuk lebih memahami materi Bangun ruang Sisi Datar khususnya lVolume Bangun Ruang Sisi Datar silahkan disimak video di bawah inihttps://www.youtube.com/watch?v=QdkwHZgacbc&feature=youtu.be
Rabu, 27 November 2019
KISI-KISI UN 2019/2020
Untuk kalian siswa-siswi kls IX yang akan menghadapi UN ini adalah kisi-kisinya
Rabu, 13 November 2019
Selasa, 12 November 2019
LATIHAN SOAL PAS KLS VII
Mari bergabung di https://quizizz.com/join Jangan lupa ketik Kode : 740728 ketik nama....mainkan....
Senin, 11 November 2019
Tutorial membuat Soal di google Form
Google Form merupakan platform yang diciptakan oleh Google
yang dikhususkan untuk penyediaan layanan formulir secara online.
Guru adalah ujung tombak dunia pendidikan. Tugas utama guru
adalah memfasilitasi proses pembelajaran agar siswa mampu belajar seoptimal
mungkin. Untuk itu, guru membutuhkan banyak waktu supaya mampu fokus menyiapkan
materi dan memberikan umpan balik.
Soal online mampu menyelamatkan waktu Guru yang sangat
berharga. Guru akan diselamatkan dari aktivitas administratif yang sangat
menghabiskan waktu. Otomasi skoring asesmen online memotong waktu koreksi tugas
dan menghemat banyak waktu Guru sehingga Guru bisa fokus memberikan umpan balik
pada siswa.
Google
Form menyediakan beragam pilihan tipe pertanyaan. Beberapa yang cocok digunakan
untuk membuat soal ialah:
1.
Pilihan majemuk
2.
Isian singkat
3.
Isian panjang (esai)
4.
Centang
5.
Skala
Google Form menyediakan pilihan untuk membuat
setiap soal wajib diisi. Dengan begitu, responden tidak akan bisa mengirim
responnya sebelum mengisi setiap soal yang ditandai wajib. Jika ada soal yang
terlewat, responden akan mendapatkan peringatan bahwa ada soal yang belum diisi
Dengan Google Form Anda bisa mengelola dan menganalisis survey dengan benar dan mendapatkan hasil instan yang tepat. Anda juga bisa lho meringkas hasil survey dengan mengubahnya menjadi grafik atau diagram. dan dapat pula digunakan untuk membuat soal online, tidak sulit kok perhatikan langkah-langkah membuat Soal Online di google Form di bawah ini
Jumat, 08 November 2019
Pengalaman mengikuti diklat DDGCQ
Saya mengikuti diklat daring yang
diselenggarakan oleh Matematika Nusantara (MN), yang merupakan wadah
berkumpulnya semua guru matematika se nusantara dari timur ke barat. Kami
belajar, berbagi, memotivasi, dan mengispirasi (B2M2) satu sama lainnya. B2M2
memang menyatukan kami.
Salah satu kegiatan yang
dilaksanakan Matematika Nusantara di penghujung tahun 2019 ini adalah Diklat
Dalam Pembelajaran dan Penilaian Online Google Classroom
dan Quizizz (DDGCQ). Dilaksanakannya diklat ini dengan harapan mampu membekali
kami membuat kelas digital atau kelas maya serta mampu membuat game interaktif
di dalam kelas bersifat online dan menyenangkan untuk proses pembelajaran dan
penilaian di kelas. Sebagai persiapan siswa menghadapi kemajuan ilmu dan
teknologi.
Dengan
mentor Bapak Moch Fatkoer Rohman dan Bapak Dudi Wahyudi
Pelaksanaan Kegiatan di sekolah:
Pelaksanaan Kegiatan di sekolah:
Sungguh pembelajaran yang sangat menyenangkan bagi guru dan siswa, siswa yang dengan antusias
belajar…..
Keseruan saat game
live..
Semoga kelak pembelajaran ini dapat diterapkan di sekolah
Diklat daring ini sangat mengasikkan setiap permasalahan langsung di respon baik oleh fasilitaor dan
sesama peserta diklat.
Adanya video tutorial yang membantu kami dalam
mempelajari hal baru. Tidak ada kata malu untuk bertanya ketika kita ingin
mendapatkan hal baru. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dan dapat
bersaing dengan negara luar. Semoga akan terlahir SDM yang dapat dibanggakan
pada abad ke-21 ini.
Terimakasih atasa ilmunya Bapak Moch Fatkoer Rohman dan Bapak Dudi Wahyudi
Terimakasih siswa-siswa kls VII-F - VII-K tahun pelajaran 2019-2020 yang telah bergabung dan bermain bersama
Terimakasih atasa ilmunya Bapak Moch Fatkoer Rohman dan Bapak Dudi Wahyudi
Terimakasih siswa-siswa kls VII-F - VII-K tahun pelajaran 2019-2020 yang telah bergabung dan bermain bersama
Minggu, 03 November 2019
Pembekalan Calon Guru Inti Program PKP berbasis Zonasi
Kegiatan dilaksanakan tanggal 28 Oktober s/d 4 Novel
2019 bertempat di Grand Pasundan Convention Hotel
Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu:
1.
Memfasilitasi materi pembekalan Instruktur berupa konsep Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran
(PKP) Berbasis Zonasi, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order
Thinking Skills/HOTS), Penguatan Pendidikan
Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN), Pengembangan
Pembelajaran, Penilaian dan Praktik Pembelajaran berorientasi Higher Order
Thinking Skills (HOTS), serta strategi fasilitasi kegiatan Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi
Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi,
Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN), Pengembangan
Pembelajaran, Penilaian dan Praktik Pembelajaran berorientasi Higher Order
Thinking Skills (HOTS), serta strategi fasilitasi kegiatan Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi
Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi,
2.
Memfasilitasi transfer knowledge baik teori maupun praktik
pembelajaranberorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang
terintegrasi 5 (lima) unsur Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Literasi,
3.
Memfasilitasi kegiatan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran
Berbasis Zonasi sesuai dengan skenario pembelajaran
MATERI YANG
DIBERIKAN:
A.
Kebijakan Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi
Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
Materi ini membahas
tentang kebijakan pendidikan tentang pedoman dan juknis pelaksanaan Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi
Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi
B.
Integrasi PPK dan GLN dalam pembelajaran Berbasis HOTS
Materi ini membahas
tentang integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan
Gerakan Literasi Nasional (GLN) dalam kegiatan pembelajaran berorientasi HOTS. Nilai utama PPK yang harus terintegrasi yaitu religiositas, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
Gerakan Literasi Nasional (GLN) dalam kegiatan pembelajaran berorientasi HOTS. Nilai utama PPK yang harus terintegrasi yaitu religiositas, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
C.
. Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS.
Materi ini membahas tentang pengertian HOTS, karakteristik, aspek, dimensi pengetahuan dan dimensi konsep berpikir, serta mengkaji materi pada unit pembelajaran. Kegiatan ini dilengkapi diskusi terbimbing dengan mencermati video pembelajaran sebagai sumber dalam pembelajaran berorientasi HOTS.
Materi ini membahas tentang pengertian HOTS, karakteristik, aspek, dimensi pengetahuan dan dimensi konsep berpikir, serta mengkaji materi pada unit pembelajaran. Kegiatan ini dilengkapi diskusi terbimbing dengan mencermati video pembelajaran sebagai sumber dalam pembelajaran berorientasi HOTS.
D. Pengembangan Pembelajaran
Berorientasi HOTS.
Materi ini membahas tentang kegiatan pembelajaran yang melibatkan
aktifitas
[H1] peserta didik dengan menggunakan model-model pembelajaran dalam
mencapai kecakapan abad 21.
[H1] peserta didik dengan menggunakan model-model pembelajaran dalam
mencapai kecakapan abad 21.
E.
Penilaian Berorientasi HOTS.
Materi ini membahas tentang pengembangan
penyusunan penilaian pengetahuan dalam pembelajaran berorientasi HOTS.
F.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Materi ini, peserta
mereview bahan pembelajaran dari Unit Materi Pembelajaran dan
mengembangkan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
berorientasi HOTS.
mengembangkan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
berorientasi HOTS.
G.
Praktik Pembelajaran HOTS dalam bentuk Peer Teaching.
Pada materi ini,
peserta melakukan Peer Teaching Pembelajaran HOTS berdasarkan
RPP yang telah disusun.
RPP yang telah disusun.
H.
Strategi Fasilitasi.
Materi ini membahas
tentang strategi fasilitasi pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
(PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
I.
Pengenalan Kelas Pendampingan Online.
Pada materi ini
peserta masuk ke kelas pendampingan online dan melakukan aktivitas pembelajaran
berupa latihan pendampingan online pada sesi latihan.
J.
Rencana Tindak Lanjut.
Materi ini membahas
tentang penyusunan rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan oleh peserta
setelah mengikuti kegiatan pembekalan.
Dan jangan lupakanTes Awal
dan Tes Akhir. tes awal untuk melihat kemampuan awal peserta sebelum
mengikuti pembekalan dan melakukan tes akhir untuk melihat kemampuan peserta
setelah mengikuti pembekalan.
Fasilitator : Ibu Tina Agustina, dan Ibu Estina Ekawati
Berfoto seteleah peer teaching
Berfoto setelah selesai kegiatan
Berfoto dengan sesama peserta Kota Bandung dan fasilitator
Penutupan
Langganan:
Postingan (Atom)




















