1. Dalam suatu pembelajaran, pendidik melakukan refleksi secara mandiri dan menyimpulkan bahwa murid kurang aktif dalam diskusi. Namun, tidak ada data yang digunakan dan tidak melibatkan rekan sejawat. Jika dibandingkan dengan inkuiri kolaboratif, perbedaan utama dari situasi tersebut adalah ….
a. Refleksi digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar, sedangkan inkuiri kolaboratif untuk merancang pembelajaran
b. Refleksi dilakukan secara individu, sedangkan inkuiri kolaboratif melibatkan analisis bersama berbasis data
c. Refleksi berfokus pada hasil belajar, sedangkan inkuiri kolaboratif berfokus pada penyampaian materi
d. Refleksi dilakukan setelah pembelajaran, sedangkan inkuiri kolaboratif dilakukan sebelum pembelajaran
2. Dalam kelompok kerja, pendidik telah mengidentifikasi masalah pembelajaran berbasis data. Namun, saat menentukan fokus inkuiri, setiap pendidik mengusulkan masalah yang berbeda sesuai dengan kondisi kelas masing-masing. Langkah yang paling tepat agar proses tetap kolaboratif adalah ….
a. Memilih masalah yang paling mudah diselesaikan oleh seluruh anggota kelompok kerja.
b. Menentukan masalah berdasarkan pengalaman pendidik yang paling lama mengajar.
c. Menyepakati satu masalah bersama yang relevan dan berdampak bagi sebagian besar murid.
d. Membagi kelompok menjadi beberapa tim kecil sesuai dengan masalah yang diusulkan.
3. Pengelolaan kelompok kerja yang efektif ditunjukkan dengan kelompok kerja telah menyusun rencana implementasi pembelajaran dan menetapkan jadwal pelaksanaan. Salah satu pendidik melaksanakan pembelajaran, sementara pendidik lain bertugas sebagai pengamat. Agar implementasi memberikan data yang bermakna, tindakan yang paling tepat dilakukan pengamat adalah ….
a. Menilai keterampilan mengajar pendidik berdasarkan kesesuaian dengan rencana pembelajaran.
b. Mendokumentasikan kegiatan pembelajaran untuk disusun menjadi laporan kegiatan kelompok.
c. Mengamati keterlibatan murid dan mencatat bukti perilaku yang sesuai dengan fokus masalah.
d. Mencatat seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan pendidik selama proses berlangsung.
4. Setelah simulasi, pendidik menemukan bahwa strategi yang digunakan belum mampu meningkatkan keterlibatan semua murid. Data diperoleh dari hasil observasi dan catatan selama simulasi. Langkah yang paling tepat pada tahap Measure – Reflect – Change adalah ….
a. Menyusun kembali indikator pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
b. Menggunakan hasil pengamatan untuk menyusun laporan pembelajaran
c. Mengembangkan variasi aktivitas pembelajaran berdasarkan rencana awal
d. Mengidentifikasi bagian yang belum efektif dan merancang perbaikan
5. Dalam upaya membangun komunitas belajar profesional, kelompok kerja secara rutin melakukan diskusi berbasis data, refleksi bersama, dan perbaikan pembelajaran. Dampak utama dari praktik tersebut adalah ….
a. Meningkatnya kualitas pembelajaran melalui perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan
b. Terbentuknya kebiasaan berbagi pengalaman dalam kegiatan kelompok kerja
c. Meningkatnya koordinasi antar pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
d. Tersusunnya berbagai perangkat pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik
6. Manakah pernyataan berikut yang merupakan contoh bahasa pola pikir tetap pada level pendidik?
a. "Saya belum menguasai aplikasi Papan Interaktif Digital ini, perlu waktu untuk belajar."
b. "Mari kita analisis bagian mana yang paling sulit dan coba strategi berbeda besok."
c. "Kesulitan ini justru membuat saya ingin mencari cara yang lebih efektif."
d. "Metode Pembelajaran Mendalam ini terlalu rumit buat saya, lebih baik pakai cara lama saja."
7. Seorang pendidik membuka pembelajaran IPA dengan pertanyaan: "Apa risiko etis jika teknologi energi terbarukan ini diterapkan tanpa mempertimbangkan kelestarian lingkungan?" Pertanyaan pemantik ini termasuk dalam dimensi ...
a. Manfaat positif dan kontribusi sosial dari pengetahuan.
b. Risiko moral dan konsekuensi etis dari pengetahuan.
c. Kesadaran tujuan dan relevansi materi bagi kehidupan murid.
d. Regulasi diri dan strategi mengatasi kebuntuan belajar.
8. Mengapa menambahkan kata "belum" pada kalimat negatif dianggap intervensi yang berdampak besar dalam transformasi pola pikir?
a. Karena kata "belum" memberi sinyal kepada otak bahwa kemampuan masih dapat diraih melalui usaha, ketekunan, atau perubahan strategi.
b. Karena kata "belum" mengalihkan perhatian murid dari kegagalan menuju keberhasilan orang lain.
c. Karena kata "belum" merupakan bentuk umpan balik sumatif yang menunda penilaian akhir.
d. Karena kata "belum" berfungsi sebagai pujian yang mendorong murid merasa lebih percaya diri secara instan.
9. Seorang pendidik memiliki etos kerja tinggi, pantang menyerah, dan sangat disiplin, namun ia kerap bersaing secara tidak sehat dengan rekan sejawat dan tidak peduli dampak perilakunya terhadap ekosistem sekolah. Kondisi ini menggambarkan ...
a. Fixed mindset yang terselubung dalam perilaku produktif.
b. Karakter performa yang berkembang tanpa diimbangi karakter moral.
c. Growth mindset yang sudah berkembang secara menyeluruh.
d. Karakter moral yang kuat tanpa karakter performa.
10. Seorang pendidik merancang pertanyaan refleksi di akhir pembelajaran: "Strategi apa yang paling berhasil kamu gunakan hari ini? Apa yang kamu pelajari dari kesalahan yang kamu buat?" Langkah ini termasuk dalam intervensi ...
a. Refleksi berbasis growth mindset dan metakognisi di akhir sesi pembelajaran.
b. Integrasi umpan balik formatif yang berfokus pada apresiasi usaha murid di kegiatan inti.
c. Penanaman kesadaran tujuan di awal pembelajaran agar murid menyadari relevansi materi.
d. Perancangan aktivitas berjenjang (scaffolding) yang mengapresiasi proses dan ketangguhan.
11. Dalam kerangka Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), mindset, skillset, dan toolset memiliki hierarki yang jelas. Mengapa mindset ditempatkan sebagai fondasi utama di antara ketiganya?
a. Karena mindset bersifat permanen dan tidak berubah, sehingga harus dikenali sejak awal sebelum pelatihan dimulai.
b. Karena mindset berfungsi menentukan bagaimana seseorang memaknai kapasitas dirinya dan menggerakkan tindakan, dan menjadi prasyarat perkembangan skillset dan toolset.
c. Karena mindset lebih mudah dilatih dibandingkan skillset dan toolset sehingga harus diprioritaskan.
d. Karena mindset mencakup semua keterampilan teknis yang dibutuhkan pendidik dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam.
12. Seorang guru menggunakan platform digital untuk diskusi kelompok dan menganalisis data, mengajak siswa melakukan proyek berbasis lingkungan, serta menghadirkan narasumber dari masyarakat. Praktik tersebut menunjukkan integrasi...
a. Kerangka pembelajaran mendalam secara terpadu
b. Peran dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran
c. Dua komponen dari kerangka pembelajaran
d. Pengalaman pembelajaran menuju pemahaman yang bermakna
13. Mengapa prinsip menggembirakan penting dalam pembelajaran?
a. Karena membuat guru lebih mudah dalam menyiapkan bahan ajar dan ketika mengajar
b. Membantu keterhubungan emosional yang memperkuat pemahaman
c. Agar pembelajaran terasa tanpa beban bagi murid dan pendidik
d. Agar murid tidak perlu berpikir terlalu keras saat belajar
14. Konsep Memuliakan dalam Pembelajaran Mendalam mencakup...
a. Memprioritaskan pemuliaan terhadap murid
b. Mengutamakan pemahaman di atas praktik
c. Berfokus pada nilkecerdasan artifisial akademik sebagkecerdasan artifisial bentuk pemuliaan terhadap ilmu
d. Penghargaan terhadap manusia, ilmu, dan kehidupan sosial
15. Menurut UNESCO (2023), etika penggunaan kecerdasan artifisial dalam pendidikan mencakup tiga prinsip utama, yaitu...
a. Transparansi, akuntabilitas, dan berpihak pada kepentingan murid
b. Efisiensi, kecepatan, dan penghematan biaya
c. Transparansi, kompetisi, dan inovasi
d. Kebebasan, otonomi, dan kemandirian
16. Prinsip berkesadaran dalam pembelajaran ditunjukkan oleh murid yang...
a. Paham tujuan dan mampu mengatur dirinya sendiri
b. Aktif menunggu penjelasan guru untuk mendapatkan pemahaman komprehensif
c. Menghafal semua materi pelajaran tanpa diminta oleh guru
d. Belajar serius karena didorong oleh perskecerdasan artifisialngan dengan temannya
17. Seorang guru meminta murid untuk mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitar, membuat solusi berbasis data, lalu melakukan refleksi terhadap hasil yang diperoleh. Jika dikaitkan dengan taksonomi SOLO, aktivitas tersebut menunjukkan bahwa murid telah mencapai tahap…
a. Prastruktural
b. Multistruktural
c. Unistruktural
d. Relasional hingga berpikir abstrak yang diperluas
18. Media pembelajaran digital adalah ....
a. sistem penyimpanan nilai peserta didik dan administrasi pembelajaran pendidik
b. media berbasis teknologi digital untuk menyampaikan materi pembelajaran
c. perangkat administrasi sekolah berbasis komputer untuk menyimpan data
d. perangkat keras/lunak yang hanya digunakan untuk presentasi pendidik di kelas
19. Integrasi konten media pembelajaran digital berarti ....
a. mengganti seluruh buku dengan media digital pembelajaran
b. menggunakan satu jenis media saja dalam pembelajaran
c. mengurangi kegiatan murid dalam pembelajaran di kelas
d. menggabungkan berbagai media dan sumber belajar digital
20. Berikut ini yang termasuk fitur papan interaktif digital yang mendukung pembelajaran mendalam adalah ....
a. hanya digunakan untuk penyajian atau presentasi pendidik
b. dapat digunakan tanpa alat atau perangkat lain
c. hanya dapat menampilkan teks atau gambar statis
d. memiliki fitur interaktivitas dan integrasi multimedia
21. Dalam mengintegrasikan video YouTube ke dalam media pembelajaran di PID, langkah terbaik untuk menjaga fokus murid dan menghindari konten yang tidak relevan adalah...
a. Memutar video dalam mode layar penuh (Full Screen) tanpa jeda penjelasan.
b. Mengunduh video dan memasukkannya ke dalam aplikasi whiteboard agar bisa dicorat-coret langsung.
c. Menampilkan kolom komentar di bawah video untuk bahan diskusi bebas.
d. Membiarkan iklan berjalan sampai selesai sebelum penjelasan dimulai.
22. Salah satu karakteristik media pembelajaran digital adalah ....
a. hanya digunakan oleh pendidik atau pendidik
b. tidak dapat diakses melalui jaringan internet
c. hanya dapat menampilkan teks atau gambar statis
d. menggabungkan berbagai unsur multimedia
24. Bu Sari mengintegrasikan aplikasi simulasi gravitasi di PID. Ia sengaja memberikan tantangan "Apa yang terjadi jika massa planet diubah?". Strategi ini bertujuan untuk mendorong siswa melakukan ....
a. Mencari jawaban pertanyaan pada internet tanpa menguji kemungkinan yang tersedia.
b. Melakukan eksperimen terkontrol melalui simulasi untuk menemukan konsep secara mandiri.
c. Menghafal rumus gravitasi dan menerapkannya untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan.
d. Memasukkan berbagai angka ke dalam aplikasi tanpa menganalisis hasil yang muncul.
25. Ibu Riana melakukan pre-test untuk materi "Ekosistem". Ia menemukan 30% murid sudah paham konsep rantai makanan, 50% mengetahui istilahnya namun masih bingung bagaimana urutannya, dan 20% belum mengenal istilah tersebut sama sekali. Selain itu, hasil angket menunjukkan mayoritas murid menyukai aktivitas di luar ruangan. Berdasarkan kerangka Identifikasi pada Pembelajaran Mendalam (PM), langkah strategis apa yang paling tepat dilakukan Ibu Riana dalam perencanaan selanjutnya?
a. Menyusun strategi diferensiasi dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sarana belajar kontekstual untuk menjembatani kesenjangan pemahaman.
b. Mengelompokkan murid berdasarkan nilai pre-test dan memberikan materi hafalan yang sama.
c. Melanjutkan pembelajaran sesuai rencana awal agar target kurikulum tercapai tepat waktu
d. Fokus hanya pada kelompok 20% yang belum paham agar tidak tertinggal dari teman lainnya.
26. Seorang guru memberikan soal asesmen sebagai berikut: "Bandingkanlah dampak ekonomi dari penggunaan energi fosil dengan energi terbarukan di daerahmu, serta jelaskan hubungan keterkaitan keduanya terhadap perubahan iklim global." Jika ditinjau dari tingkat kompleksitas pemahaman Taksonomi SOLO, pertanyaan tersebut berada pada level ...
a. Multistruktural, karena murid diminta menyebutkan banyak ide tentang energi
b. Unistruktural, karena hanya fokus pada satu aspek yaitu dampak ekonomi
c. Extended Abstract, karena murid sudah mampu menciptakan teori energi baru
d. Relasional, karena murid diminta menghubungkan beberapa ide dan menganalisis keterkaitannya dalam konteks yang konkret.
27. . Seorang guru menuliskan Tujuan Pembelajaran (TP) sebagai berikut: "Murid mampu memahami konsep dasar demokrasi melalui diskusi kelompok." Jika dievaluasi berdasarkan dua komponen utama penulisan Tujuan Pembelajaran, apa
a. Kompetensi yang digunakan (memahami) kurang konkret untuk menunjukkan tahap berpikir yang perlu ditunjukkan murid secara operasional.
b. Tidak mencantumkan Dimensi Profil Lulusan yang akan dicapai secara spesifik
c. Lingkup materinya terlalu luas untuk dicapai dalam satu unit pembelajaran saja.
d. Tidak mencantumkan media digital yang akan digunakan selama proses diskusi.
28. Dalam sebuah kelas saat pembelajaran mapel IPA, setelah murid menyelesaikan eksperimen mandiri, guru tidak langsung memberikan nilai angka. Guru meminta setiap murid menukar draft laporan mereka untuk saling memberikan saran perbaikan berdasarkan rubrik yang ada, kemudian murid diminta menuliskan satu target pribadi yang ingin mereka perbaiki pada laporan berikutnya. Berdasarkan fungsi asesmen dalam Pembelajaran Mendalam, praktik yang dilakukan guru tersebut secara dominan menguatkan peran...
a. Assessment as Learning
b. Assessment for Learning
c. Assessment of Learning
d. Asesmen Diagnostik
29. Hasil asesmen awal kognitif pada materi "Statistika" menunjukkan bahwa 15% murid sudah mahir mengolah data kompleks, 60% murid baru memahami konsep rata-rata, dan 25% murid masih kesulitan membaca tabel data. Guru juga menemukan bahwa sebagian besar murid memiliki gaya belajar kinestetik. Sebagai tindak lanjut yang selaras dengan prinsip PM, langkah apa yang paling tepat dilakukan guru berdasarkan hasil asesmen awal tersebut?
a. Meminta kelompok 15% murid mahir untuk membantu guru menjelaskan teori di depan kelas agar waktu lebih efisien
b. Memberikan materi yang sama kepada seluruh kelas agar standar kompetensi esensial tetap terjaga secara administratif.
c. Memberikan tugas tambahan berupa latihan soal di rumah bagi kelompok 25% murid agar mereka bisa menyamai teman-temannya.
d. Merancang aktivitas "Stasiun Belajar" di mana murid bergerak melakukan pengambilan data fisik di sekolah, dengan tingkat kompleksitas tugas yang disesuaikan bagi tiap kelompok pemahaman
30. Di awal pelajaran, Pak Andi mengajak murid melakukan ice breaking untuk konsentrasi, menjelaskan tujuan belajar hari ini, dan menanyakan mengapa materi ini penting bagi kehidupan mereka. Murid diberikan kesempatan memilih sumber belajar yang mereka sukai. Rangkaian aktivitas yang dilakukan Pak Andi tersebut merupakan perwujudan dari prinsip
a. Saling Memuliakan (Guru menghargai perbedaan pendapat murid).
b. Bermakna (Murid terhubung dengan pengetahuan sebelumnya).
c. Berkesadaran (Murid aktif, mampu meregulasi diri, dan memahami tujuan belajar).
d. Menggembirakan (Murid merasa puas setelah memecahkan masalah).
31.Apa makna pernyataan bahwa "konteks bukan sekadar tempelan dalam pembelajaran" bagi guru dalam merencanakan pembelajaran?
a. Konteks diletakkan di bagian akhir pembelajaran saja sebagai soal bonus bagi siswa yang sudah berhasil menghafal seluruh isi buku teks.
b. Guru harus mencari contoh kasus dari luar negeri yang kompleks agar modul pembelajaran terlihat lebih keren dan berstandar internasional secara administrasi.
c. Konteks harus diintegrasikan secara utuh sebagai jembatan kognitif dan alat analisis, di mana masalah nyata di lingkungan siswa digunakan untuk mengupas, memahami, dan menguji teori esensial.
d. Konteks atau contoh dunia nyata hanya digunakan sebagai pemanis atau ilustrasi di awal bab sebelum guru fokus mendiktekan hafalan rumus dan materi teoretis.
32. Di dalam dokumen panduan mata pelajaran, komponen Capaian Pembelajaran dijabarkan ke dalam beberapa sub-komponen. Manakah di antara pilihan berikut yang bukan merupakan bagian dari komponen Capaian Mata Pelajaran?
a. Elemen mata pelajaran setiap fase (kompetensi dan materi)
b. Karakteristik Mata Pelajaran
c. Rasional dan Tujuan Mata Pelajaran
d. Pemetaan materi esensial dan konteksnya
33. Seorang guru menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) dan telah merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP): 'Peserta didik dapat menganalisis pemanfaatan energi alternatif di lingkungan sekitar.' Namun, guru tersebut langsung mendaftar 'Angin, Surya, Air' sebagai sub-materinya. Berdasarkan prosedur pemetaan materi esensial di dalam modul, tahapan krusial apa yang dilewati oleh guru tersebut sebelum menentukan sub-materi?
a. Menyusun skenario pembelajaran mendalam yang memuat aplikasi dan refleksi
b. Membuat instrumen penilaian pilihan ganda terkait energi alternatif
c. Mengidentifikasi kompetensi sasaran (menganalisis) dan materi utama (energi alternatif) dari TP tersebut
d. Menentukan jenis konteks etnokultural yang akan digunakan
34. Bagian yang tidak ditemukan dengan rinci pada panduan mata pelajaran adalah ....
a. kerangka pembelajaran mendalam serta pembuatan TP dan penyusunan ATP
b. dokumen perangkat ajar/modul ajar lengkap siap pakai untuk seluruh materi
c. deskripsi capaian pembelajaran dan komponen capaian mata pelajaran
d. pemetaan materi esensial beserta konteksnya untuk setiap elemen fase
35. Pentingnya guru mengidentifikasi dan menentukan materi esensial mata pelajaran untuk setiap fase dengan tepat adalah ....
a. Membantu guru mempercepat waktu tatap muka di kelas sehingga murid memiliki lebih banyak waktu untuk belajar secara mandiri tanpa bimbingan
b. menjadi fondasi utama agar pembelajaran bukan untuk mengejar ketuntasan materi, melainkan berfokus pada kedalaman pemaknaan dan pengembangan kompetensi murid secara utuh
c. agar guru dapat menyusun daftar hafalan rumus dan istilah ilmiah yang lebih panjang untuk diujikan pada akhir semester
d. Untuk memastikan seluruh sekolah di berbagai wilayah menggunakan modul ajar yang seragam tanpa perlu menyesuaikan dengan konteks lingkungan sekitar
33. Wacana menyebutkan bahwa pemahaman guru terhadap karakteristik mata pelajaran merupakan "penentu utama". Hubungan kausalitas manakah yang paling tepat untuk menggambarkan pernyataan tersebut?
a. Penyampaian materi esensial yang cepat maka, target kompetensi kognitif, keterampilan, dan sikap otomatis tercapai secara utuh.
b. Terpaku pada penyelesaian daftar materi, maka dapat membantu guru menemukan arah yang utuh dalam menetapkan hasil belajar.
c. Desain skenario pembelajaran yang rumit, maka guru menjadi lebih mudah memahami karakteristik mata pelajaran dan jenjang pendidikan.