Kamis, 20 Agustus 2026

Soal dan kunci jawaban modul 3: Pola Pikir Bertumbuh - KKA SMP

 Modul 3

1. Seorang pendidik memiliki etos kerja tinggi, pantang menyerah, dan sangat disiplin, namun ia kerap bersaing secara tidak sehat dengan rekan sejawat dan tidak peduli dampak perilakunya terhadap ekosistem sekolah. Kondisi ini menggambarkan ...

a. Karakter moral yang kuat tanpa karakter performa

b. Growth mindset yang sudah berkembang secara menyeluruh

c. Karakter performa yang bekembang tanpa diimbangi karakter moral

d. Fixed mindset yang terselubung dalam perilaku produktif

2. Perhatikan dua umpan balik berikut ketika murid berhasil mengerjakan tugas. (P) "Kamu memang anak paling cepat dan paling cerdas di kelas ini!" (Q) "Ibu perhatikan kamu menggunakan strategi pemecahan masalah yang baru hari ini. Fokusmu sangat efektif!" Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan perbedaandampak keduanya?

a. Umpan balik P menanamkan fixed mindset karena berbasisi atribut bawaan, sedangkan Q membangun resiliensi karena berfokus pada proses dan strategi

b. Umpan balik P dan Q sama sama efektif selama disampaikan dengan tulus oleh pendidik

c. Umpan balik P mendorong growth mindset karena memberikan motivasi positif sedangkan Q terlalu teknis

d. Umpan balik Q kurang tepat karena tidak memberikan apresiasi emosional yang dibutuhkan murid

 

3. Manakah pernyataan berikut yang merupakan contoh bahasa pola pikir tetap pada level pendidik?

a. Mari kita analisa bagian mana yang paling sulit dan coba startegi berbeda besok

b. Saya belum menguasai aplikasi papan interaktif digital ini, perlu waktu untuk belajar

c. Metode pembelajaran mendalam ini terlalu rumit buat saya, lebih baik pakai cara lama saja

d. Kesulitan ini justru membuat saya ingin memcari cara yang lebih efektif

 

4. Dalam kerangka Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), mindset, skillset, dan toolset memiliki hierarki yang jelas. Mengapa mindset ditempatkan sebagai fondasi utama di antara ketiganya?

a. Karena mindset lebih mudah dilatih dibandingkan skilset dan toolset sehingga harus diprioritaskan

b. Karena mindset berfungsi menentukan bagaimana seseorang memaknai kapasitas dirinya dirinya dan menggerakkan tindakan dan menjadi prasyarat perkembangan skilset dan toolset

c. Karena mindset bersifat permanen dan tidak berubah sehingga harus dikenali sejak awal sebelum pelatihan dimulai

d. Karena mideset mencakup semua keterampilan teknis yang dibutuhkan pendidik dalam menerapkan pembelajaran mendalam

5. Hasil pemetaan profil pola pikir kelas menunjukkan bahwa sebagian besar murid langsung menyerah saat menghadapi soal HOTS. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan pendidik berdasarkan data pemetaan tersebut?

a. Melabeli murid-murid tersebut sebagai ber-fixed mindset dan memisahkan mereka dari murid bergrowth

b. Melaporkan data tersebut kepada orangtua sebagai bukti rendahnya motivasi belajar murid

c. Menjadikan data tersebut sebagai baselin untuk merancang intervensi pembelajaran yang membangun resiliensi

d. Menurunkan tingkat kesulitan soal agar murid tidak mengalami kegagalan berulang

6. Seorang guru SMA mengisi instrumen asesmen diri 20 soal dan memperoleh Grand Total skor 25. Berdasarkan tabel kategori mindset, guru tersebut terindikasi berada pada kategori ...

a. F

b. FG

c. GF

d. G

7. Seorang kepala sekolah menolak program inovasi karena merasa sekolahnya tidak akan mampu berubah. Perilaku ini paling tepat dikaitkan dengan ciri pola pikir tetap karena ...

a. Kepala sekolah memandang kapasitas institusi sebagai atribut statis yang tidak dpat berkembang

b. Kepala sekolah tersebut tidak memiliki karakter performa seperti ketekunan dan disiplin diri

c. Kepala sekolah tidakmemiliki kompetensi teknis untuk mengelola program inovasi

d. Kepala sekolah kurang mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan setempat

8. Mengapa menambahkan kata "belum" pada kalimat negatif dianggap intervensi yang berdampak besar dalam transformasi pola pikir?

a. Karena kata”belum” berfungsi sebagai pujian yang mendorong murid merasa lebih percaya diri secara instan

b. Karena kata”belum” memberi sinyal kepada otak bahwa kemampuan masih dapat diraih melalui usaha, ketekunan atau perubahan strategi

c. Karena kata”belum” megalihkan perhatian murid dari kegagalam menuju keberhasilan orang lain

d. Karena kata”belum” meupakan bentuk umpan balik sumatif yang menunda penilaian akhir

 

9. Seorang pendidik membuka pembelajaran IPA dengan pertanyaan: "Apa risiko etis jika teknologi energi terbarukan ini diterapkan tanpa mempertimbangkan kelestarian lingkungan?" Pertanyaan pemantik ini termasuk dalam dimensi

a. Regulasi diri dan strategi mengatasi kebuntuan belajar

b. Regulasi diri dan strategi mengatasi kebuntuan belajar


c. Manfaat positif dan kontribusi sosial dari pengetahuan

d. Risiko moral dan konsekuensi etis dari pengetahuan

 

10. Seorang pendidik merancang pertanyaan refleksi di akhir pembelajaran: "Strategi apa yang paling berhasil kamu gunakan hari ini? Apa yang kamu pelajari dari kesalahan yang kamu buat?" Langkah ini termasuk dalam intervensi …

a. Refleksi berbasis growth mindset dan metakognisi di akhir sesi pembelajaran

b. Integrasi umpan balik formatif yang berfokus pada apresiasi usaha murid di kegiatan inti

c. Penanaman kesadaran tujuan di awal pembelajaran agar murid menyadari relevansi materi

d. Perancangan aktivitas berjenjang (scafffolding) yang mengapresiasi proses pembelajaran

 

Rabu, 19 Agustus 2026

Soal dan Kunci Jawaban Modul: Inkuiri Kolaboratif: Mengubah Kelas Menjadi Laboratorium Pembelajaran - KKA SMP

 1. Seorang pendidik menemukan bahwa hasil belajar murid pada materi tertentu rendah. Setelah ditelaah, tersedia data berupa nilai asesmen, catatan observasi kelas, dan refleksi pembelajaran. Langkah yang paling tepat dilakukan pada tahap awal inkuiri kolaboratif adalah …

 

a. Menggunakan pengalaman mengajar sebelumnya untuk menentukan strategi pembelajaran

b. Menyusun langkah pembelajaran baru yang lebih bervariasi

c. Mengidentifikasi masalah pembelajaran dan menganalisiss data yang tersedia

d. Melaksanakan pembelajaran dengan metode yang berbeda dari sebelumnya

2. Dalam suatu pembelajaran, pendidik melakukan refleksi secara mandiri dan menyimpulkan bahwa murid kurang aktif dalam diskusi. Namun, tidak ada data yang digunakan dan tidak melibatkan rekan sejawat. Jika dibandingkan dengan inkuiri kolaboratif, perbedaan utama dari situasi tersebut adalah

a. Refleksi dilakukan setelah pembelajaran, sedangkan inkuiri kolaboratif dilakukan sebelum pembelajaran

b. Refleksi digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar, sedangkan inkuiri kolaboratif untuk merancang pembelajaran

 

 

c. Refleksi dilakukan secara individu sedangkan inkuiri kolaboratif melibatkan analisis bersama berbasis data

d. Refleksi berfokus pada hasil belajar, sedangkan inkuiri kolaboratif berfokus pada penyampaian materi

3. Dalam sebuah kelompok kerja, pendidik telah menyepakati masalah rendahnya partisipasi murid dalam diskusi. Namun, saat menyusun rencana, sebagian anggota hanya mengusulkan strategi berdasarkan pengalaman pribadi tanpa mengacu pada data yang telah dikumpulkan. Tindakan yang paling tepat agar perencanaan tetap sesuai prinsip inkuiri kolaboratif adalah …

 

a. Menggunakan pengalaman mengajar sebagai dasar utama dalam menentukan strategi pembelajaran

b. Menyusun strategi pembelajaran yang paling mudah diterapkan oleh seluruh anggota kelompok

c. Mengarahkan kelompok untuk menganalisis kembali data sebelum menentukan strategi perbaikan

d. Menentukan strategi berdasarkan kesepakatan mayoritas anggota kelompok kerja

 

4. Dalam upaya membangun komunitas belajar profesional, kelompok kerja secara rutin melakukan diskusi berbasis data, refleksi bersama, dan perbaikan pembelajaran. Dampak utama dari praktik tersebut adalah ….

 

a. Terbentuknya kebiasaan berbagi pengalaman dengan kegiatan kelompok kerja

b. Tersusunnya berbagai perangkat pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik

c. Meningkatnya koordinasi antar pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran

d. Meningkatnya kualitas pembelajaran melalui perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan

 

5. Pengelolaan kelompok kerja yang efektif ditunjukkan dengan kelompok kerja telah menyusun rencana implementasi pembelajaran dan menetapkan jadwal pelaksanaan. Salah satu pendidik melaksanakan pembelajaran, sementara pendidik lain bertugas sebagai pengamat. Agar implementasi memberikan data yang bermakna, tindakan yang paling tepat dilakukan pengamat adalah …

 

a. Mencatat seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan pendidik selama proses berlangsung

b. Mengamati keterlibatan murid dan mencatat bukti perilaku yang sesuai dengan fokus masalah

c. Menilai keterampilan mengajar pendidik berasarkan kesesuaiann dengan rencana pembelajaran

d. Mendokumentasikan kegiatan pembelajaran untuk disusun menjadi laporan kegiatan kelompok

6. Dalam proses analisis, pendidik menggunakan teknik 5 Whys dan menemukan bahwa akar masalah terletak pada strategi pembelajaran yang belum memberi ruang diskusi. Tindakan yang paling tepat pada tahap design adalah …

 

a. Mengumpulkan data tambahan untuk memastikan masalah yang terjadi

b. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah dibuat

c. Melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran sebelumnya

d. Merancang strategi pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif murid

 

 

7. Setelah simulasi, pendidik menemukan bahwa strategi yang digunakan belum mampu meningkatkan keterlibatan semua murid. Data diperoleh dari hasil observasi dan catatan selama simulasi. Langkah yang paling tepat pada tahap Measure – Reflect – Change adalah …

a. Menggunakan hasil pengamatan untuk menyusun laporan pembelajara

B. Mengidentifikasi bagian yang belum efektif dan merancang perbaikan

C. Menyusun kembali indikator pembelajaran untuk pertemuan berikutnya

D. Mengembangkan variasi aktivitas pembelajaran berdasarkan rencana awal

8. Dalam kelompok kerja, pendidik telah mengidentifikasi masalah pembelajaran berbasis data. Namun, saat menentukan fokus inkuiri, setiap pendidik mengusulkan masalah yang berbeda sesuai dengan kondisi kelas masing-masing. Langkah yang paling tepat agar proses tetap kolaboratif adalah

a. Memilih masalah yang paling mudah diselesaikan oleh seluruh anggota kelompok kerja

b. Menyepakati satu masalah bersama yang relevan dan berdampak bagi sebagian besar murid

C. Membagi kelompok menjadi beberapa tim kecil sesuai dengan masalah yang diusulkan

D. Menentukan masalah berdasarkan pengalaman pendidik yang paling lama mengajar

Selasa, 18 Agustus 2026

Soal dan Kunci Jawaban Modul: Teacher Experimental Training (TET): Merancang Program Pengembangan Kompetensi Guru - KKA SMP

 1. Karakteristik utama dari output atau hasil akhir siklus TET yang paling tepat adalah...

 

a. Terkumpulnya sertifikat pelatihan yang banyak bagi setiap guru

b. Perubahan kualitas pembelajaran san peningkatan nyata pada hasil belajar murid

c. seluruh modul teori yang diberikan oleh instruktur pusat

d. Terlaksananya simulasi pembelajaran di hadapan rekan sejawat di luar kelas

2. Mengapa tahap Identifikasi dalam siklus TET harus didasarkan pada data nyata dan bukan sekadar asumsi guru?

 

a. Agar laporan pengembangan kompetensi terlihat lebih profesional di mata pengawas

b. Untuk mempermudah guru dalam membagi tugas sekolah kepada rekan sejawat

c. Guna memastikan pengembangan kompetensi dimulai dari masalah nyata sehingga solusi yang dirancang tepat sasaran

d. Karena pengumpulan data merupakan kewajiban administratif dalam setiap program sekolah


3. Apa tujuan utama dilakukannya tahap Amati dan Refleksi secara sistematis setelah proses implementasi selesai?

a. Mencari kesalahan guru dalam menjalankan desain eksperimen

b. Memberikan gambaran objektif mengenai dampak implementasi terhadap keterlibatan dan hasil belajar murid sebagai dasar perbaikan

c. Menyusun dokumentasi kegiatan hanya untuk keperluan sertifikasi guru

d. Menghitung durasi waktu yang dihabiskan guru selama melakukan percobaan di kelas

4. Seorang guru menemukan bahwa hasil belajar muridnya menurun. Tindakan manakah yang paling mencerminkan tahap Identifikasi yang berkualitas dalam siklus TET?

 

a. Segera menerapkan metode mengajar baru yang sedang populer di sekolah lain

b. Mengasumsikan bahwa penurunan nilai disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa secara umum

c. Mengumpulkan dan mengaitkan data multi sumber seperti hasil belajar, observasi kelas, dan refleksi guru untuk menemukan pola masalah

d. Menunggu instruksi dari kepala sekolah sebelum menganalisis data prestasi siswa

 

5. Bagaimana alur berpikir yang benar jika hasil refleksi menunjukkan bahwa eksperimen pembelajaran belum mencapai indikator keberhasilan?

 

a. Guru harus menghentikan siklus TET dan kembali ke metode ceramah tradisional

b. Guru segera mengganti seluruh desain tanpa menganalisis tantangan yang dihadapi sebelumnya

c. Guru melaporkan hasil yang sudah dimanipulasi agar terlihat berhasil di depan kepala sekolah

d. Guru melakukan re-identifikasi dan merumuskan langkah perbaikan atau inovasi lanjutan untuk siklus berikutya

 

 

6. Pada tahap Implementasi, guru melakukan uji coba strategi baru sambil didampingi oleh Kepala Sekolah. Karakteristik pendampingan yang diharapkan dalam TET adalah…

a.      Supervisi akademok berbasis coaching guna membantu guru menghadapi tantangan praktis

a. Penilaian adminisstrasi untuk menentukan hasil kinerja tahunan guru

b. Pengambilalihan kelas oleh kepala sekolah jika guru mengalami kendala teknis

c. Observasi diam tanpa memberikan masukan agar guru merasa mandiri

 

7. Seorang guru merancang strategi koding untuk muridnya namun menyadari bahwa fasilitas komputer di sekolah terbatas. Langkah apa yang paling tepat dilakukan pada tahap Desain?

 

a. Menunda implementasi hingga fasilitas komputer di sekolah terpenuhi sepenuhnya

b. Menyusun rencana eksperimen inovatif yang kontekstual seperti strategi unplugged coding yang sesuai karakteristik sekolah

c. Tetap menggunakan modul standar yang ada meskipun tidak bisa dipraktikkan oleh murid

d. Mengganti fokus pengembangan ke materi lain yang tidak membutuhkan alat bantu teknologi

8. Jika setelah tahap Amati dan Refleksi ditemukan bahwa strategi yang diterapkan belum memberikan hasil signifikan pada murid, tindakan yang paling sesuai dengan prinsip perbaikan berkelanjutan adalah…

a. Menghentikan program eksperimen dan kembali ke metode pembelajaran sama

b. Melaporkan hasil yang sukses saja agar citra sekolah tetap terjaga di kelompok kerja

c. Menyalahkan kurangnya motivasi murid sebagai penyebab utama kegagalan eksperimen

d. Melakukan observasi dan refleksi bersama untuk menemukan area perbaikan bagi siklus berikutnya

 

9. Mengapa tahap Desain dalam siklus TET menekankan bahwa rencana yang disusun harus sesuai dengan konteks dan karakteristik satuan pendidikan?

a. Agar rencana tersebut mudah disetujui oleh pengawas tanpa banyak revisi

b. Untuk memastikan bahwa solusi yang dirumuskan benar-benar mampu menjawab permasalahan nyata yang ada di sekolah tersebut

c. Karena desaian yang seragam untuk semua sekolah dianggap tidak profesional

d. Agar guru tidak perlu melakukan kolaborasi dengan pihak luar dalam menyusun rencana

10. Adaptasi TET yang efektif bersifat iteratif. Hal ini berarti setelah tahap refleksi dan berbagi, guru diharapkan…

 

a. Kembali ke tahap re-identifikasi untuk menyempurnakan desain dan melakukan eksperimen ulang

b. Menyelesaikan tugas pengembangan dan fokus pada kegiatan sekolah lainnya

c. Menunggu evaluasi akhir tahun dari Dinas Pendidikan sebelum memulai rencana baru

d. Mengulang desain yang sama persis di kelas yang berbeda tanpa perubahan