SILAHKAN DIKERJAKAN...
Senin, 05 Oktober 2020
Minggu, 04 Oktober 2020
GABUNGAN DAN IRISAN HIMPUNAN
TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Siswa dapat menentukan gabungan dua himpunan
2. Siswa dapat menentukan irisan dua himpunan
IRISAN HIMPUNAN
Irisan himpunan A dan B adalah himpunan semua objek yang sekaligus menjadi anggota himpunan A dan anggota himpunan B.
Secara matematis, dapat ditulis: A ∩ B = {x|x ϵ A dan x ϵ B}
Salah satu diagram Venn yang menunjukkan operasi irisan adalah sebagai berikut.

Pada diagram Venn itu, daerah yang berwarna biru menunjukkan daerah himpunan A ∩ B.
Dua buah himpunan disebut saling berpotongan jika dan hanya jika irisannya bukan himpunan kosong. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.

Dari himpunan A = {1, 2, 4} dan B = {0, 2, 3, 4}, diperoleh A ∩ B = {2, 4}.
Berarti, A ∩ B ≠ Ø sehingga himpunan A dan B saling berpotongan
Secara matematis, dapat ditulis: A )( B ↔ A ∩ B = Ø
Contoh:
Dari himpunan A = {1, 2, 4} dan B = {3, 5}, diperoleh A ∩ B = Ø sehingga himpunan A dan B saling lepas.
Diagram Venn-nya sebagai berikut.

Secara matematis dapat ditulis: A U B = {x|x ϵ A atau x ϵ B}
Contoh:
Diketahui S adalah himpunan bilangan asli yang kurang dari 6, A = {1, 2, 4}, dan B = {3, 5}. Coba tentukan A U B dan gambarkan diagram Venn-nya.
Jawab:
Oleh karena S adalah himpunan bilangan asli yang kurang dari 6, A = {1, 2, 4}, dan B = {3, 5}, maka A U B = {1, 2, 3, 4, 5} = S.
Diagram Venn-nya sebagai berikut.

Sabtu, 03 Oktober 2020
Jumat, 02 Oktober 2020
MENGGAMBAR GRAFIK PERSAMAAN GARIS LURUS
Tujuan Pembelajaran :
Menentukan koordinat titik potong dua garis lurus
Menggambar grafik persamaan garis lurus
Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan yang tetap. Jarak yang ditempuh mobil itu dirumuskan s = 15 t dengan s adalah jarak yang ditempuh (dalam km) dan t adalah waktu yang diperlukan (dalam jam). Bagaimana gambar grafik jarak yang ditempuh mobil itu terhadap waktu?
Nah, jika kalian diminta menggambar grafik fungsi tersebut, kalian harus mengetahui cara menggambar grafik persamaan garis terlebih dahulu. Mari kita ingat kembali bentuk umum persamaan garis.
- Persamaan umum berbentuk eksplisit : y = mx + c
- Persamaan umum berbentuk implisit : ax + by + c = 0
Kalian tentunya juga masih ingat bahwa melalui dua titik sebarang dapat dibuat tepat satu garis.
Berdasarkan gambar di atas,
- Garis PQ (garis h) adalah garis melalui titik P dan Q
- Garis AB (garis g) adalah garis melalui titik A dan B
- Garis CD (garis p) adalah garis melalui titik C dan D
- Garis MN (garis l) adalah garis melalui titik M dan N
Ingat pula bahwa melalui sebuah titik dapat dibuat banyak sekali garis melalui titik tersebut.
Nah, sekarang mari kita mempelajari bagaimana menggambar grafik persamaan garis.
Untuk menggambar grafik dari persamaan garis yang telah diketahui, terlebih dahulu kita tentukan paling sedikit dua titik yang dilalui oleh garis itu dengan membuat tabel hubungan antara nilai x dan nilai y seperti berikut ini.
Misal persamaan garis yang digunakan adalah y = mx + c maka
- x = 0 → y = c
- Jy = 0 x = - c/m
Jika disajikan dalam tabel, maka diperoleh dua titik sebagai berikut :
Melalui dua titik tersebut, dapat digambar sebuah garis pada koordinat kartesius.
Contoh :
Gambarlah grafik dari persamaan garis 3x - 2y = 6.
Penyelesaian :
Jika diambil x = 0 dan y = 0, maka diperoleh dua titik sebagai berikut :
Selanjutnya, dengan menghubungkan kedua titik dalam koordinat kartesius, diperoleh grafik 3x - 2y = 6 sebagai berikut :
SMP/Mts
kls VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud
MENGENAL BENTUK ALJABAR
Kompetensi Dasar
3.5 Menjelaskan bentuk aljabar dan melakukan operasi pada bentuk aljabar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian)
Tujuan Pembelajaran:
Setelah pembelajaran diharapkan siswa dapat menyebutkan suku, koefisien, variabel dan konstanta dari bentuk aljabar
1. 3a + b
2. 5x - 2y + 3
3. -7p + 5q
Variabel, Koefisien, dan Konstanta
Coba perhatikan bentuk aljabar 5x - 2y + 3 pada contoh di atas.
Variabel merupakan suatu simbol untuk menggantikan atau mewakili suatu bilangan yang belum diketahui nilainya.
Dalam bentuk aljabar, konstanta berupa suatu bilangan tertentu dan tidak memuat variabel.
Suku
2x dan 5 masing-masing adalah suku dalam bentuk aljabar tersebut.
1. Bentuk aljabar yang tidak memuat operasi penjumlahan atau pengurangan disebut bentuk aljabar suku satu
2. Bentuk aljabar yang memuat satu operasi penjumlahan atau pengurangan disebut bentuk aljabar suku dua
3. Bentuk aljabar yang memuat dua operasi penjumlahan atau pengurangan disebut bentuk aljabar suku tiga
• 5x + 3 disebut bentuk aljabar suku dua berderajat satu dengan satu variabel, yaitu x
• 5x2 + 3 disebut bentuk aljabar suku dua berderajat dua dengan satu variabel, yaitu x2
• 5x + 4y + 3 disebut bentuk aljabar suku tiga berderajat satu dengan dua variabel, yaitu x dan y
• x2 dan -3x2
• 2a dan 2b
Faktor
1 X 6x atau 2 X 3x atau 3 X 2x atau 6 X x
Dengan demikian 1, 2, 3, 6, x, 2x, 3x, dan 6x merupakan faktor-faktor dari 6x
Buku sumber
Kamis, 01 Oktober 2020
Rabu, 30 September 2020
FUNGSI
Syarat Relasi dapat Dikatakan Fungsi
Ada dua syarat suatu relasi dapat dikatakan fungsi, yakni:
- Tidak boleh ada anggota domain yang tidak berpasangan. Artinya, seluruh anggota domain harus memiliki pasangan.
- Tidak boleh ada anggota domain yang berpasangan lebih dari satu atau bercabang.
- f(3)
- bayangan (-2) oleh f
- nilai f untuk x = -4
- nilai x untuk f(x) = 6
- nilai a jika f(a) = 12
- f(3) = 3(3)+3 = 12
- bayangan (-2) oleh f sama dengan f (-2), jadi f(-2) = 3(-2)+3 = -3
- nilai f untuk x = -4 adalah f (-4) = 3(-4)+3 = -9
- nilai x untuk f(x) = 6 adalah
Dua buah himpunan A dan B disebut berkorespondensi satu-satu jika setiap anggota A berpasangan dengan tepat satu anggota B dan setiap anggota B berpasangan dengan tepat satu anggota A. Pada korespondensi satu-satu, jumlah anggota himpunan A dan B haruslah sama.
Bagaimana menentukan banyaknya korespondensi satu-satu dari dua buah himpunan? Coba perhatikan penjelasan berikut.
Misal himpunan A = {a} dan B = {1}. Banyaknya korespondensi satu-satu dari A ke B adalah 1.
Misal himpunan A = {a, b} dan B = {1, 2}. Banyaknya korespondensi satu-satu dari A ke B adalah 2.
Misalkan himpunan A = {a, b, c} dan B = {1, 2, 3}. Banyaknya korespondensi satu-satu dari A ke B adalah 6.
Jika kalian perhatikan ternyata banyaknya korespondensi satu-satu dari A ke B berkaitan erat dengan banyaknya anggota dari masing-masing himpunan itu.
Fungsi dapat dinyatakan dalam beberapa bentuk.
1. Diagram Panah
Misalkan:
A = {1, 2, 3} B = {2, 4, 6} dengan fungsi: f(x) = 2x
Maka himpunan pasangan berurutan adalah:{(1,2), (2.4),(3,6)}
Misalkan:
A = {1, 2, 3} B = {2, 4, 6} dengan fungsi: f(x) = 2x
Maka diagram panahnya adalah:
Misalkan:
A = {1, 2, 3} B = {2, 4, 6} dengan fungsi: f(x) = 2x
Maka diagram panahnya adalah:
Misalkan:
A = {1, 2, 3} B = {2, 4, 6} dengan fungsi: f(x) = 2x
Maka diagram panahnya adalah:
Jadi, banyaknya korespondensi satu-satu dari A ke B jika n(A) = n(B) = n adalah 1 × 2 × 3 × … × n atau n!.
Sumber buku paket karangan Abdur Rahman As’ari dkk
Semoga bermanfaat....
https://youtu.be/lHEQ0IwqaiI
Jumat, 25 September 2020
KOMPLEMEN SUATU HIMPUNAN


◈ Contoh Komplemen Suatu Himpunan ◈
Semoga bermanfaat
Selasa, 22 September 2020
DIAGRAM VENN
Diagram venn digunakan untuk melukiskan suatu himpunan beserta anggotanya.
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam membuat diagram venn:
Gambar persegi panjang menunjukkan semesta pembicaraan dengan mencantumkan huruf S di pojok kiri atas. Himpunan semesta pembicaraan adalah himpunan seluruh unsur yang menjadi obyek pembicaraan.
Gambar kurva tertutup sederhana yang menggambarkan himpunan.
Titik (noktah) berdekatan dengan masing-masing anggota himpunan.
Contoh 1:

Dari diagram venn di atas terlihat bahwa semesta pembicaraan =S={1,2,3,4,5,6,7,8,9}.
Kurva A berisi anggota himpunan A ditulis A={1,2,7,9} dan kurva berisi anggota himpunan B dan ditulis B={1,3,4,7}.
Perpotongan kurva A dan kurva B yaitu {1,7} disebut anggota himpunan A yang juga anggota himpunan B, disebut sebagai irisan himpunan A dan B dilambangkan dengan

Gabungan kurva A dan kurva B yaitu adalah anggota himpunan A atau anggota himpunan B, disebut sebagai gabungan himpunan A dan B dilambangkan dengan

Contoh 2:
Diberikan S ={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10}, A ={bilangan ganjil < 9} , B = {bilangan prima < 8}. Gambarlah diagram vennnya!
Penyelesaian:
S = {1,2,3,4,5,6,7,8,9,10B
A = {bilangan ganjil < 9} = {1,3,5,7}
B = {bilangan prima < 8}= {3,5,7}
Sehingga dapat digambar diagram venn:

Contoh 3:
Diberikan S = {bilangan asli kurang dari sama dengan 12}, P = {bilangan prima selain 2}, Q = {bilangan genap}.
Gambarlah diagram vennnya!
Penyelesaian:
S = {bilangan asli kurang dari sama dengan 12} = {1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12}
P = {bilangan prima selain 2} = {3,5,7,11}
Q = {bilangan genap} = {2,4,6,8,10,12}
Sehingga dapat digambar diagram venn:

Oleh karena tidak ada anggota himpunan P dan himpunan Q yang sama, maka kedua himpunan tersebut tidak berpotongan atau disebut bahwa himpunan P dan himpunan Q adalah dua himpunan yang saling lepas.
HIMPUNAN BAGIAN
Himpunan (bagian) atau himpunan subset yaitu himpunan A merupakan himpunan (bagian) dari himpunan B jika A termuat dalam B. (bagian) .simbol himpunan bagian 
.Untuk memahami himpunan bagian, perhatikanlah himpunan berikut ini.
S = {semua siswa kelas VII di sekolahmu}
A = {semua siswa kelas VIIA di kelasmu}
B = {semua siswa perempuan VIIA di kelasmu}
C = {semua siswa laki-laki VIIA di kelasmu}
Penjelasan:
Dari contoh di atas diperoleh keterangan sebagai berikut:
- Himpunan B dan C merupakan himpunan bagian dari himpunan A karena setiap anggota himpunan B dan C merupakan anggota himpunan A.
- Himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan S karena setiap anggota himpuna A merupakan anggota himpunan S.
- Himpunan B bukan merupakan himpunan bagian dari himpunan C begitu juga sebaliknya, karena tidak ada anggota himpunan B yang merupakan anggota himpunan C dan sebaliknya.
Perhatikan diagram Venn berikut.
| Gambar: Contoh Himpunan Bagian |
- Himpunan B adalah himpunan bagian dari himpunan A, karena anggota B juga anggota A.
- Himpunan A himpunan bagian dari himpunan S, karena anggota A juga anggota S.
- Himpunan B dikatakan bukan himpunan bagian dari C atau sebaliknya karena anggota B bukan merupakan anggota C, demikian juga sebaliknya. Misalnya P = {a, i, e, o, u} dan Q = {a, i}, R = {n, o, u}, maka
- Himpunan Q adalah himpunan bagian dari himpunan P, karena setiap anggota Q juga merupakan anggota , ditulis Q Ì P.
- Tidak semua anggota R merupakan angota P, yaitu n ditulis n Ï P. Jadi, himpunan R bukan merupakan himpunan bagian dari himpunan P, ditulis R Ë P.
Kesimpulan:
Dari uraian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
Untuk dua buah himpunan P dan Q maka
Himpunan P merupakan himpunan bagian dari Q, ditulis P Ì Q, jika setiap anggota P merupakan anggota Q.
Himpunan P bukan merupakan himpunan bagian dari himpunan Q, ditulis P Ë Q, jika setiap anggota P bukan merupakan anggota Q.
Banyak Himpunan Bagian dari Suatu Himpunan
Pada penjelasan sebelumnya, kamu telah mempelajari bahwa suatu himpunan merupakan himpunan bagian dari himpunan itu sendiri dan himpunan kosongyang merupakan himpunan bagian dari suatu himpunan dan sekarang kamu akan mempelajari bagaimana cara untuk menentukan banyaknya himpunan bagian dari suatu himpunan.
Banyaknya himpunan bagian dari suatu himpunan yang mempunyai banyak anggota n ditentukan dengan rumus 2n
Contoh :
Penyelesaian:
Banyak anggota himpunan A = n(A) = 4, jadi banyak himpunan bagian dari himpunan A adalah 24 = 16.
Semoga bermanfaat....



