Media Sosial adalah platform daring yang memungkinkan penggunanya untuk membuat, berbagi, atau bertukar informasi, ide, dan konten dalam komunitas virtual atau jaringan.
Contoh media sosial: Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, dan lain-lain.
Pahami Etika dan Etiket:
- Hormati Privasi Orang Lain:
Jangan membagikan informasi pribadi atau konten sensitif tentang orang lain tanpa izin mereka.
- Gunakan Bahasa yang Sopan:
Selalu gunakan kata-kata yang baik dan sopan saat berkomunikasi di media sosial, baik dalam komentar, status, maupun pesan pribadi.
- Jangan Sebar Hoaks:
Sebelum membagikan informasi, pastikan untuk memeriksa kebenarannya dari sumber yang terpercaya.
2. Kesadaran Diri:
- Kendalikan Emosi:
Jangan langsung membalas komentar atau pesan saat sedang marah atau emosi. Luangkan waktu untuk tenang sebelum merespons.
- Bersikap Kritis:
Tidak semua yang kita lihat di media sosial adalah kebenaran. Latihlah kemampuan berpikir kritis untuk memilah mana yang fakta dan mana yang opini.
3. Tanggung Jawab dalam Berkomunikasi:
- Saring Sebelum Sharing:
Ingat prinsip “Think Before You Post” (Pikirkan Sebelum Anda Memposting). Apa yang kita bagikan dapat berdampak luas dan mempengaruhi orang lain.
- Hindari Perundungan Online: Jangan terlibat atau mendukung aktivitas bullying di media sosial. Selalu berpihak pada sikap positif dan mendukung sesama.
4. Gunakan Media Sosial untuk Hal Positif:
- Berbagi Konten yang Membangun:
Gunakan platform ini untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat, menginspirasi, dan memotivasi orang lain.
- Promosikan Nilai-Nilai Positif
Bagikan cerita, foto, atau video yang menunjukkan kebaikan, toleransi, dan kebersamaan.
5. Batasi Penggunaan Media Sosial:
- Atur Waktu Bermedia Sosial:
Tentukan batas waktu untuk penggunaan media sosial agar tidak mengganggu aktivitas utama atau produktivitas sehari-hari.
- Jaga Keseimbangan:
Jangan biarkan media sosial mengisolasi Anda dari interaksi sosial di dunia nyata. Jaga hubungan baik dengan keluarga dan teman-teman secara langsung.
6. Menjaga Keamanan Akun:
- Gunakan Password yang Kuat:
Buatlah kata sandi yang sulit ditebak dan hindari penggunaan password yang sama untuk berbagai akun.
- Waspadai Penipuan:
Jangan mudah percaya pada tawaran atau undian yang mencurigakan, dan hindari memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Bermedia sosial dengan bijak sangat penting untuk menjaga privasi, keamanan, dan reputasi diri. Selain itu, sikap bijak membantu mencegah penyebaran informasi yang salah (hoax), menghindari konflik, serta mengurangi risiko cyberbullying.
Bermedia sosial adalah sebuah keterampilan yang memerlukan kesadaran, tanggung jawab, dan empati. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip bijak dalam bermedia sosial, kita dapat menciptakan lingkungan online yang positif, aman, dan bermanfaat bagi semua orang
Kesepakatan kelas merupakan perjanjian atau aturan yang disepakati oleh siswa dan guru di dalam kelas. Kesepakatan ini dibuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan produktif.
Peserta didik secara bersama-sama dapat membuat peraturan/kesepakatan bersama berdasarkan ide dari masing• masing peserta didik.
Contoh
• Berdoasebelummemulaikegiatan
• Kegiatandimulaidandiakhirisecaratepatwaktu
•Angkattangan jika inginberbicaradan berbicarasetelah dipersilahkan
1.Perhatikan pernyatan berikut, manakah yang
benar?
Menghubungkan antar topik
matematika akan membantu peserta didik mengingatkan kembali konsep pembelajaran
yang telah dipelajari sebelumnya.
Menghubungkan antar topik matematika akan membantu peserta
didik mengerjakan soal dengan cepat
Menghubungkan antar topik matematika akan membantu peserta
didik mengerjakan soal dengan banyak
Semua salah
2.Pak Daniel menunjukkan peta demografi pulau
Sumatera. Di dalamnya terdapat angka jumlah penduduk dan diagram perbedaan usia
produktif yang masih bekerja dan sudah tidak bekerja. Jika dilihat sebenarnya,
rencana pembelajaran Pak Daniel yang juga merupakan guru IPS dapat berkaitan
dengan konten matermaika yatiu analisis data dan peluang. Pak Daniel secara
tidak langsung menguatkan murid pada aspek tersebut.
Pernyataan di atas adalah..
3.Bu Iren rutin mengumpulkan berbagai macam cara
atau strategi dalam menjawab permasalahan numerasi yang dilakukan di kelas.
Selain terbiasa membuat catatan secara mandiri, Bu Iren juga sering berdiskusi
dengan peserta didik mengenai ragam jawaban yang ditampilkan peserta didik.
Dalam hal ini, kegiatan yang dilakukan oleh Bu Iren termasuk penerapan dari..
Memperbanyak latihan mengidentifikasi
berbagai strategi penyelesaian masalah numerasi
Mengevaluasi secara rutin soal atau
permasalahan numerasi
Berkolaborasi dengan pihak lain untuk
menambah wawasan ragam strategi
Mencari referensi ragam strategi soal
numerasi secara mandiri
Mencari referensi
ragam strategi soal numerasi secara mandiri
4.Bu Ani meminta Rosi untuk menyelesaikan masalah
berdasarkan cara yang dilakukan oleh Bu Ani.
Berdasarkan permasalahan
tersebut, bagaimana pendapat Anda?
5.Bagaimana cara guru pada tahapan cakap untuk
menanamkan growth mindset dalam pembelajaran dan lingkungan belajar numerasi?
6.Pada tahap mahir, guru ditekankan untuk
menggunakan dan mengajukan pertanyaan dalam membelajarkan numerasi kepada
peserta didik. Berikut ini merupakan alasan mengapa hal tersebut penting,
kecuali . . .
Dapat merangsang kreativitas
Dapat mendorong berpikir kritis, mengungkap
perspektif baru, dan melatih keterampilan pemecahan masalah.
Dapat membantu peserta didik meninjau,
menyatakan kembali, dan menekankan konsep-konsep penting
Dapat menempatkan
beban yang ada di pundak peserta didik
Berempati dapat juga melalui menata ruang belajar sekondiusif mungkin untuk Merdeka Belajar. Apakah yang disebut Zona Berpikir dalam Ruang Belajar Inovatif?
Zona untuk murid eksplorasi bebas yang sedang ia pelajari
Zona untuk berdiskusi, memberi umpan balik, dan menguji ide
Zona untuk membuat gagasan menjadi lebih konkret
Zona untuk menyuguhkan hasil belajar ke teman-teman sekelas
Apa langkah awal yang perlu diambil kepala sekolah untuk menerapkan peningkatan praktik kinerja berbasiscoaching?
Kepala sekolah perlu menunjukkan kewenangannya atas peningkatan praktik kinerja.
Kepala sekolah perlu menciptakan suasana aman dan nyaman agar pendidik tidak takut salah.
Kepala sekolah perlu mendelegasikan praktik kinerja pendidik secara merata.
Kepala sekolah perlu mendorong pendidik agar melakukan perubahan secepatnya.