1. Pada instrumen 20 soal untuk guru dan murid SMA, seorang peserta memperoleh Grand Total skor 38. Berdasarkan tabel kategori mindset dalam Materi 3.2, peserta tersebut masuk dalam kategori ...
a. F (Fixed Mindset), dengan rentang skor 0–20.
b. FG (cenderung Fixed), dengan rentang skor 21–33.
c. GF (cenderung Growth), dengan rentang skor 34–44.
d. G (Growth Mindset), dengan rentang skor 45–60.
2. Seorang pendidik mengawali materi Fisika tentang energi terbarukan dengan bertanya: "Apa daya rusak yang bisa timbul jika pengetahuan fisika ini diterapkan tanpa mempedulikan etika dan kelestarian alam?" Pertanyaan tersebut termasuk dalam dimensi pemantik ...
a. Kesadaran tujuan dan relevansi (sadar tujuan).
b. Regulasi diri dan resiliensi belajar.
c. Dampak positif dan manfaat etis (karakter moral).
d. Mitigasi risiko dan konsekuensi (risiko moral).
3. Seorang murid SMP mengisi instrumen asesmen diri 10 soal. Ia menjawab "Setuju" pada 4 soal bernomor ganjil (A = 4) dan "Setuju" pada 2 soal bernomor genap (B = 2). Berdasarkan cara penentuan profil pola pikir dalam Materi 3.2, murid tersebut terindikasi memiliki ...
a. Pola Pikir Bertumbuh (PPB), karena nilai B lebih besar dari A.
b. Pola pikir campuran, karena nilai A dan B sama-sama di bawah 5.
c. Pola Pikir Tetap (PPT), karena nilai A lebih besar dari nilai B.
d. Pola pikir campuran, karena selisih A dan B kurang dari 3 poin.
a. Pola pikir campuran, karena selisih A dan B kurang dari 3 poin.
1. Dalam strategi intervensi pola pikir bertumbuh bagi pendidik, salah satu langkah adalah menyisipkan "jeda" pada kegiatan inti pembelajaran. Apakah tujuan utama dari jeda tersebut?
a. Memberikan waktu istirahat fisik agar murid tidak kelelahan dalam mengerjakan tugas akademik
b. Memfasilitasi regulasi diri, yaitu mendorong murid secara berkala mengevaluasi efektivitas strategi belajarnya sendiri.
c. Mengalokasikan waktu bagi pendidik untuk memberikan penilaian sumatif terhadap hasil kerja murid.
d. Menciptakan ruang diskusi antar murid agar terjadi transfer pengetahuan secara peer-to-peer.
2. Thomas Lickona dan Matthew Davidson membagi karakter menjadi dua dimensi. Seorang peserta didik yang pantang menyerah, tekun, dan memiliki disiplin diri yang tinggi, namun tidak peduli pada dampak tindakannya terhadap orang lain, menunjukkan kondisi ...
a. Karakter moral yang kuat tanpa karakter performa.
b. Karakter performa yang berkembang tanpa diimbangi karakter moral.
c. Pola pikir bertumbuh yang seimbang dan ideal.
d. Pola pikir tetap yang terselubung dalam perilaku positif.