Sabtu, 15 April 2023

AKSI NYATA PROFIL PELAJAR PANCASILA


 

Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk penerjemahan tujuan Pendidikan nasional. Profil pelajar Pancasila berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik

enam elemen dalam Profil Pelajar Pancasila, yaitu: 

1 Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.

2.     Berkebinekaan global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

3.     Bergotong royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

4.     Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

5.     Bernalar kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.

6.     Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.





Soal dan Kunci Jawaban modul 3 Ide-Ide Praktis Pembelajaran Numerasi


1.     1. Permainan non digital berbasis numerasi hanya bisa diterapkan di sekolah dan tidak dapat diterapkan di luar sekolah. Pernyataan di atas adalah…

           Benar

           Salah

2.     Berikut ini permainan tradisional yang sarat akan nilai numerasi yaitu…

A.   Permainan lompat tali

B.    Permainan congklak

C.    Permainan galah asin

D.    Permainan kucing-kucingan

3.Peran pendidik dan orang tua tidak dibutuhkan untuk mendampingi peserta didik dalam menggunakan ponsel pintar atau komputer. Pernyataan di atas adalah…

            Benar

            Salah

4.  Salah satu permainan berbasis digital yang memiliki nilai numerasi yang disebutkan dalam video adalah…

A.   Matific

B.    Chrome

C.    Canva

D.   Stumble Guys

Soal dan Kunci Jawaban modul 2 Ide-Ide Praktis Pembelajaran Numerasi

 1.     Berikut ini termasuk ke dalam kekurangan dari penggunaan alat matematika berbasis aplikasi pada ponsel pintar, kecuali…

A.   Mendukung kemampuan digital di abad 21

B.    Apabila tidak didampingi oleh pendidik atau orang tua, maka sulit untuk mencegah iklan negatif atau kesalahan penggunaan pada ponsel pintar

C.    Jika pendidik tidak mempelajari alat matematika berbasis elektronik terlebih dahulu, akan sulit bagi pendidik untuk menjelaskan kembali kepada peserta didik

D.   Harga alat elektronik berbasis digital seperti timbangan elektrik dan thermometer tidak murah

 

2.    2. Pemanfaatan kalender dalam pembelajaran numerasi tidak banyak berpengaruh pada kemampuan memecahkan masalah peserta didik. Pernyataan di atas adalah…

 Benar

Salah

3.     3. Menggunakan alat matematika berbasis non-elektronik untuk pembelajaran numerasi tidak hanya meningkatkan kemampuan matematika peserta didik, akan tetapi juga meningkatkan kemampuan-kemampuan berikut, kecuali…

A.   Berpikir kritis

B.   Kemampuan nalar yang baik

C.   Motorik

D.   Memecahkan masalah

4.     Penggunaan alat matematika berbasis elektronik dapat dilakukan melalui pembelajaran dengan metode permainan. Pernyataan di atas adalah…

Benar

Salah

Semoga bermanfaat

Soal dan Kunci Jawaban modul 1 Ide-Ide Praktis Pembelajaran Numerasi

 

1.   Istilah Strategi Numerasi Lintas Kurikulum berasal dari istilah bahasa Inggris yakni…

 

A. Numeracy and Curriculum

B. Numeracy for Curriculum

C. Curriculum with Numeracy

D. Numeracy Across Curriculum

2.   Pembelajaran numerasi di alam hanya menggunakan benda-benda mati yang ada di alam. Pernyataan di atas adalah…

Benar

Salah

3.   Mengapa implementasi strategi pembelajaran numerasi melalui benda di alam harus disesuaikan dengan fase-fase peserta didik?

A. Agar memudahkan pendidik dalam proses pembelajaran

B. Agar peserta didik dapat memilih pembelajaran sesuka hatinya

C. Agar pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik

D. Agar pendidik dapat bebas memberikan pembelajaran bagi peserta didik

4.   Kemampuan numerasi tidak sama dengan matematika, akan tetapi numerasi menjadi bagian dari matematika.

Pernyataan di atas adalah…

Benar

Salah

5.   Berikut merupakan alasan pentingnya numerasi harus dimiliki oleh setiap orang, kecuali…

A. Numerasi dapat membantu individu untuk memahami informasi yang berisi angka dan data

B. Numerasi dapat meningkatkan kemampuan berhitung

C. Numerasi dapat membantu individu dalam berpikir secara rasional, sistematis, dan kritis

D. Numerasi dapat membantu individu untuk menghadapi tantangan, perubahan, serta tuntutan di abad 21

6.   Kemampuan numerasi tidak dapat diaplikasikan secara menyeluruh ke dalam mata pelajaran lain maupun ke dalam kehidupan sehari-hari. Pernyataan di atas adalah…

Benar

Salah

Modul 2

Modul 3

Semoga bermanfaat

Jumat, 14 April 2023

CAPAIAN PEMBELAJARAN , TUJUAN PEMBELAJARAN , ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai murid pada setiap fase perkembangan, yang dimulai dari fase Fondasi pada PAUD. Capaian Pembelajaran mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi, yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.

Capaian Pembelajaran untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) terdiri atas satu fase, yaitu fase Fondasi.

Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah terdiri dari 6 fase (A–F), atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SDLB, SMPLB, SMALB, Paket A, Paket B, dan Paket C). Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah juga disusun untuk setiap mata pelajaran.

Murid berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dapat menggunakan CP pendidikan khusus. Sementara itu, murid berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual dapat menggunakan CP umum dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.


Konsep Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang diperoleh murid dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran disusun dengan memperhatikan eviden atau bukti yang dapat diamati dan diukur pada murid, sehingga murid dapat dinyatakan mencapai suatu tujuan pembelajaran.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu kompetensi dan lingkup materi.

1. Kompetensi
Kompetensi merupakan kemampuan yang perlu didemonstrasikan oleh murid untuk menunjukkan dirinya telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Pertanyaan panduan yang bisa digunakan guru dalam menyusun tujuan pembelajaran, antara lain:

  • Secara konkret, kemampuan apa yang perlu didemonstrasikan oleh murid?
  • Tahap berpikir apa yang perlu didemonstrasikan oleh murid?

2. Lingkup materi
Lingkup materi merupakan konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang bisa digunakan guru dalam menyusun tujuan pembelajaran, antara lain:

  • Hal apa saja yang perlu dipelajari murid dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP?
  • Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan keseharian murid dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP? (misal: proses pengolahan hasil panen digunakan sebagai konteks untuk belajar tentang persamaan linear di SMA)

Contoh Capaian Pembelajaran:

Menganalisis hubungan antara kegiatan manusia dengan perubahan alam di permukaan bumi dan menarik kesimpulan penyebab-penyebab utamanya (akhlak kepada alam).

Catatan:

  • Kompetensi (kata kerja yang menunjukkan keterampilan/aksi) –> menganalisis, menarik kesimpulan
  • Konten (materi yang dipelajari) —> hubungan kegiatan manusia dengan perubahan alam (akhlak kepada alam)
  • Konsep Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

    Jika Capaian Pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai murid di akhir fase, maka Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran.

    • Alur menjadi panduan guru dan murid untuk mencapai Capaian Pembelajaran di akhir suatu fase.
    • Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.
    • Guru dapat menyusun ATP masing-masing, yang terdiri dari rangkaian tujuan pembelajaran.
    • Pemerintah akan menyediakan beberapa contoh ATP yang bisa langsung digunakan atau dimodifikasi, dan membuat panduan untuk penyusunan perangkat ajar.
    • Sumber Pelatihan PMM

Soal dan kunci Jawaban Modul 3 Pembelajaran Aktif dan Efektif Memanfaatkan TIK

 

1.     Saat membuat media komunikasi visual dalam melakukan pembelajaran berbasis proyek, seluruh peserta didik harus menggunakan tools online yang disarankan oleh guru.

Pernyataan tersebut adalah...

A.   Benar, agar dapat meningkatkan literasi digital peserta didik

B.    Benar, agar tidak ada ketimpangan di antara peserta didik

C.   Salah, karena setiap peserta didik memiliki cara dan preferensi masing-masing dalam mengkomunikasikan hasil pembelajaran

D.   Salah, karena menggunakan tools online adalah hal yang sangat sulit

 

2.     Yang bukan merupakan pemanfaatan tools online untuk pembelajaran berbasis proyek adalah...

A.   Memanfaatkan mesin pencarian di internet untuk mencari informasi, data, dan literatur

B.    Menggunakan spreadsheet atau aplikasi visual organizer untuk mengolah informasi dan memetakan masalah

C.    Memanfaatkan aplikasi desain grafis dan sosial media untuk mengkomunikasikan hasil proyek

D.   Menggunakan aplikasi tertutup untuk mengerjakan soal asesmen sumatif

Soal dan kunci Jawaban Modul 2 Pembelajaran Aktif dan Efektif Memanfaatkan TIK

 1.    Salah satu keuntungan menggunakan tipe aplikasi tertutup adalah...

A. Konten dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhab pembelajaran di kelas

B.  Tidak perlu menyiapkan konten, karena sudah tersedia di aplikasi

C.  Pengguna dapat memanfaatkan template dasar untuk beragam keperluan

D. Tidak perlu menggunakan komputer/laptop dan proyektor

 

2. 2   Permainan Jeopardy dapat mendukung model pembelajaran kooperatif, yaitu dengan...

A. Menggunakan papan permainan

B.  Menjawab pertanyaan yang diberikan guru

C. Melibatkan kerjasama di dalam kelompok masing-masing

Melibatkan kompetisi di dalam kelompok

Soal dan kunci Jawaban Modul 1 Pembelajaran Aktif dan Efektif Memanfaatkan TIK

 

1.       Pemanfaatan aplikasivisual organizer hanya dapat digunakan oleh peserta didik di jenjang SMP dan SMA.

Pernyataan tersebut adalah...

benar

Salah

2.       Berikut ini yang bukan manfaat dari pemanfaatan tools online dalam pembelajaran aktif di kelas adalah..

A.     Meningkatkan mutu pembelajaran

B.      Meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar

C.      Melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi

D.     Mengganti budaya luhur dengan budaya barat

Modul 2

Modul 3

Kamis, 13 April 2023

ARTICULATE STORYLINE MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

 

Untuk mengembangkan suatu platform aplikasi pembelajaran, sejatinya banyak
perangkat lunak yang bisa digunakan, mulai dari yang paling kompleks hingga dasar tanpa
memerlukan keahlian pemrograman sekalipun. Diantaranya adalah smart apps creator,
appypie, adobe flash (sekarang adobe animate) hingga articulate storyline 3. Dari beberapa
jenis diatas, salah satu yang banyak digunakan oleh para pengembang untuk membuat suatu
aplikasi untuk kepentingan pendidikan atau pengajaran ialah articulate storyline 3. Terdapat
beberapa alasan mengapa pengembang banyak menggunakan articulate storyline untuk
membuat aplikasi, antara lain:
1. User interface mirip dengan microsoft Power Point.
2. Mudah dipelajari bila telah memiliki kemampuan dasar microsoft Power Point.
3. Dapat mengintegrasikan beragam jenis elemen media ke dalam satu project.
4. Terdapat banyak template media yang dapat digunakan untuk membuat media.
5. Hasil luaran (output) dapat dikonversikan menjadi beragam jenis tipe file.
6. Dapat dioperasikan oleh orang dengan atau tanpa memiliki keahlian pemrograman
sekalipun.
7. Sudah banyak digunakan untuk membuat bahan pembelajaran atau pelatihan di
seluruh dunia, termasuk di Indonesia.







Semoga bermanfaat
Sumber :  PELATIHAN APLIKASI EVALUASI BERBASIS PROBLEM SOLVING PADA PENERAPAN
KURIKULUM MERDEKA









Sabtu, 01 April 2023

AKSI NYATA TOPIK Kurikulum Merdeka

 Materi:

  • Pemahaman Kurikulum dan Pembelajaran
  • Murid sebagai Pusat Pengembangan Kurikulum
  • Pembelajaran Berdasarkan Prinsip Pembelajaran Paradigma Baru
  • Struktur Pembelajaran mendorong murid merdeka belajar

Kurikulum merupakan seperangkat peraturan yang berisi tujuan, isi, dan bahan pelajaran sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Adanya kurikulum bertujuan untuk mencapai pendidikan yang lebih berkualitas.

Komponen-komponen utama kurikulum,

(a) tujuan

(b) Konten

(c) Materi

 (d)Evaluasi.


 


https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/aksi-nyata/1439980?topik_name=Kurikulum%20Merdeka&topik_id=6