Barisan bilangan ialah sederetan bilangan yang mempunyai
aturan atau pola tertentu. Beberapa contoh pola barisan bilangan sebagai
berikut:
Contoh
Bilangan asli, 1, 2, 3,....
bilangan asli ke -n dari susunan bilangan asli adalah n
jumlah total seluruh suku hingga suku ke-\(n\): n(n+1)/2
POLA BILANGAN GENAP
seperti namanya, pola bilangan genap merupakan pola bilangan yang tersusun dari bilangan genap yang dimulai dari angka 2.
2, 4, 6, 8, 10, ....
Nah, bilangan ke-n dari susunan bilangan yang menggunakan pola bilangan genap adalah .2n
jumlah total seluruh suku hingga suku ke-\(n\): n(n+1)
POLA BILANGAN GANJIL
Pola bilangan ganjil merupakan pola bilangan yang tersusun dari bilangan ganjil yang dimulai dari angka 1.
1, 3, 5, 7, 9, ....
Nah, bilangan ke- dari susunan bilangan yang menggunakan pola bilangan ganjil adalah .2n-1
jumlah total seluruh suku hingga suku ke-(n): n pangkat dua
POLA BILANGAN PERSEGI
Persegi pada urutan kedua dan ketiga dibentuk dengan cara menumpuk beberapa persegi kecil dari urutan pertama.
Jika kalian amati, persegi pada urutan kedua terdiri atas 4 persegi kecil, sedangkan persegi pada urutan ketiga terdiri atas 9 persegi kecil.
Oleh karena
banyak persegi kecil pada urutan pertama adalah 1 = 12
banyak persegi kecil pada urutan kedua adalah 4 = 22
banyak persegi kecil pada urutan ketiga adalah 9 = 32
maka dapat kita simpulkan bahwa banyak persegi kecil pada urutan ke- n adalah n pangkat dua
Berdasarkan rumus di atas, dapat kita simpulkan bahwa susunan bilangan yang menggunakan pola bilangan persegi adalah 1, 4, 9, 16, 25, ....
jumlah total seluruh suku hingga suku ke-(n):
POLA BILANGAN PERSEGI PANJANG
Pada gambar di atas, persegipanjang pada urutan kedua dan ketiga dibentuk dengan cara menumpuk beberapa persegi kecil.
Jika kalian perhatikan,
banyak persegi kecil pada urutan pertama adalah 2 = 1 2
banyak persegi kecil pada urutan kedua adalah 6 = 2 3
banyak persegi kecil pada urutan ketiga adalah 12 = 3 4
maka dapat kita simpulkan bahwa banyak persegi kecil pada urutan ke- adalah n(n+1)
Susunan bilangan yang menggunakan pola bilangan persegipanjang adalah 2, 6, 12, 20, ....
umlah total seluruh suku hingga suku ke-(n):
POLA BILANGAN SEGITIGA PASKAL
Seperti yang telah kalian ketahui, segitiga Pascal pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Prancis bernama Blaise Pascal pada tahun 1653.
Nah, jika semua angka pada setiap baris kita jumlahkan, maka akan kita peroleh susunan bilangan berikut: 1, 2, 4, 8, 16, ....
Nah, karena
maka bilangan ke- dari susunan bilangan tersebut adalah . 2^(n - 1).
POLA BILANGAN FIBONACI
Bilangan Fibonacci ditemukan oleh Leonardo Fibonacci, seorang ilmuwan dari Italia.
1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, ...
Nah, bilangan Fibonacci dimulai dari dua buah bilangan, kemudian bilangan selanjutnya ditentukan dengan cara menjumlahkan dua bilangan sebelumnya.
POLA BILANGAN SEGITIGA
Pengertian bola bilangan segitiga adalah suatu barisan bilangan yang membentuk sebuah pola bilangan segitiga. Pola bilangan segitiga adalah 1 , 3 , 6 , 10 , 15 , . . .
banyak bola pada urutan ke-n adalah 1/2n(n+1)
POLA BILANGAN ARITMETIKA
Bilangan selanjutnya dari suatu susunan bilangan aritmetika ditentukan dengan menjumlahkan atau mengurangkan bilangan sebelumnya dengan suatu bilangan tertentu.
2, 6, 10, 14, ...
Bilangan selanjutnya diperoleh dengan menjumlahkan bilangan sebelumnya dengan bilangan 4.
18, 15, 12, 9, ...
Bilangan selanjutnya diperoleh dengan mengurangkan bilangan sebelumnya dengan bilangan 3.
POLA BILANGAN GEOMETRI
Bilangan selanjutnya dari suatu susunan bilangan geometri ditentukan dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan suatu bilangan tertentu.
2, 6, 18, 54, ...
Bilangan selanjutnya diperoleh dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan angka 3.
48, 24, 12, 6, ...
Bilangan selanjutnya diperoleh dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan bilangan
Perhatikan pola bilangan berikut 1,8, 15,.....dapatkah kita menentukan bilangan yang ke seratus
1, 8, 15,....
Langkah 1. Tuliskan suku-suku yang diketahui
·Suku ke-1 = 1
·Suku ke-2 = 8
·Suku ke-3 = 15
Langkah 2. Cari selisih antar suku
Hitung selisih setiap dua suku yang berurutan.
·8−1=7
·15−8=7'
Langkah 3
Suku ke 1:: 1
Suku ke 2:8
Suku ke 3: 15
Setiap langkah selisih 7
Suku ke 1: 1 7x1=7 agar hasilnya 1 dikurangi 6 = 7x 1 -6
Suku ke 2: 8 7 x 2=14 agar hasilnya 8 dikurangi 6 = 7x 2 - 6
Suku ke 3: 15 7 x 3 =21 agar hasilnya 15 dikurangi 6= 7x3 -6
Tahukah kalian bahwa istilah ‘rumus Pythagoras’ diambil dari nama seorang matematikawan?
Pythagoras merupakan seorang ahli filsafat dan matematika dari Yunani.
Beliau hidup antara tahun 569 – 475 SM.
Salah satu pernyataan yang pernah diungkapkan oleh Pythagoras selama hidupnya adalah bahwa “kuadrat sisi miring suatu segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi yang lain”.
Pernyataan inilah yang kemudian dikenal sebagai Teorema Pythagoras.
Penulisan Teorema Pythagoras
Perhatikan gambar segitiga siku-siku di bawah ini:
Berdasarkan Teorema Pythagoras, pada segitiga siku-siku tersebut berlaku:
Rumus di atas dikenal sebagai rumus umum Pythagoras.
Berdasarkan rumus umum tersebut, kita dapat menentukan panjang sisi-sisi lain dari segitiga siku-siku tersebut menggunakan rumus sebagai berikut :
Contoh :
Tentukan panjang sisi miring segitiga siku-siku berikut ini.
Jawab :
Misal : a = 6 cm dan b = 8 cm
Tripel Pythagoras
Jika a, b, c adalah tiga buah bilangan asli dimana kuadrat bilangan terbesar sama dengan jumlah kuadrat bilangan-bilangan lainnya, maka bilangan a, b. c disebut tripel Pythagoras.
Contoh :
Bilangan 6, 8, 10 merupakan tripel Pythagoras karena 102 = 62 + 82
Teorema Pythagoras dalam Segitiga Istimewa
Perhatikan gambar berikut ini :
Pada segitiga siku-siku ABC dimana ∠A = 300 dan ∠B = 600, berlaku :
Contoh :
Pada segitiga siku-siku ABC di atas berlaku BC : AC : AB = 1 : √3 : 2. Jika panjang BC = 3 cm maka, AC = √3 x 3 = 3√3 cm dan AB= 2 x 3 = 6 cm.
Berikutnya, perhatikan segitiga berikut ini :
Pada segitiga siku-siku PQR dimana ∠P = 450 dan ∠Q = 450, berlaku :
Contoh :
Pada segitiga siku-siku PQR di atas berlaku PR : QR : PQ = 1 : 1 : √2 Jika panjang PR adalah 7 cm, maka PQ = √2 x 7 = 7√2 cm
Pak Rudi memiliki sebidang tanah berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 12 meter dan lebar 9 meter. Masing-masing sebuah pasak ditancapkan pada sudut-sudut tanah tersebut. Pak Rudi kemudian mengikat sebuah tali pada satu pasak dan menghubungkannya dengan pasak yang lain hingga membentuk diagonal pada sebidang tanah tersebut. Menurut kalian, berapa panjang tali minimal yang dibutuhkan Pak Rudi?
Permasalahan yang dihadapi Pak Rudi dapat dilukiskan dengan gambar berikut ini.
Diketahui : panjang tanah = AB = 12 m dan lebar tanah = AD = 9 m. Panjang tali yang dibutuhkan Pak Rudi = BD =
Obyek dasar geometri yang dimaksud di sini adalah titik, ruas garis, sinar, dan garis. Pada dasarnya untuk menggambar obyek geometri menggunakan geogebra ada 2 (dua) cara, yaitu dengan mengklik icon pada toolbar dan mengetik perintah pada bilah masukan.
A. Menggambar Titik
Ada 2 cara untuk menggambar titik, yaitu dengan menggunakan icon pada tool bar dan mengetik perintah pada bilah masukan.
1. Menggunakan Icon Pada ToolbarMisal kita akan membuat titik A(3,2). 1. Klik icon membuat Titik Baru 2. Arahkan kursor ke jendela kanan, yaitu tempat menggambar grafik. Setelah kursor terletak pada koordinat (3,2)., klik tempat tersebut. Terbentuklah titik A(3,2).. Perhatikan tampilan berikut
Mengetik Perintah Pada Bilah Masukan
Misal kita akan membuat titik A(3,2).
Pada bilah masukan ketik A=A(3,2)
kemudian enter
B. Menggambar Ruas garis, Sinar dan Garis
Menggunakan Icon Pada Toolbar Misal kita akan membuat ruas garis dari titik (1, 1) hingga (5, 3). 1. Buatlah titik (1, 1 dan (3, 4).
2. Klik icon untuk membuat “ruas garis di antara dua titik
3. Klik kedua titik (1, 0) dan (3, 3) yang telah dibuat sebelumnya
Mengetik Perintah Pada Bilah Masukan 1. Buatlah kedua titik A(1, 1) dan B(5, 3). Untuk membuat titik bisa dengan menggunakan icon atau menngetik perintah pada bilah masukan. 2. Pada bilah masukan ketiklah Segment(A,B)
tekan enter'
Untuk membuat sinar dan garis caranya sama dengan cara membuat ruas garis, bisa dengan menggunakan icon pada tool bar maupun dengan cara mengetikkan perintah pada bilah masukan. Yang berbeda hanya icon yang diklik dan format perintah.
Icon membuat sinar dan format perintah membuat sinar adalah Ray(A,B)
Icon membuat garis dan format perintah garis adalah Line(A, B)
Selamat mencoba....
Untuk permbahasan berikutnya kita akan belajar membuat poligon
Kita tahu bahwa dewasa ini perkembangan
dari teknologisangatlah pesat, sehingga apapun saat ini selalu berkaitan dengan
yangnamanya teknologi. Teknologi juga tidak hanya dipahami oleh orang dewasa saja melainkan kini teknologi di mata anak-anak sudah tidakasing
lagi. Sejalan dengan perkembangan yang sangat pesat dariteknologi kini dunia pendidikan pun tidak kalah berkembang
tentunyasalah satunya di tunjang dengan teknologi yang dijadikan sebagaisalah satu media dalam pembelajaran
GeoGebra adalah software matematika
dinamis yang dapatdigunakan sebagai alat bantu dalam
pembelajaran matematika. Software ini dikembangkan untuk proses belajar mengajarmatematika di sekolah oleh Markus Hohenwarter di UniversitasFlorida Atlantic. Bila diamati paling tidak ada 3 kegunaan geogebra, yaitu sebagai: 1. Media pembelajaran matematika 2. Alat bantu membuat bahan ajar matematika 3. Meyelesaikan soal matematika
Yang pertama kita lakukan adalah
Download GeoGebra dari http://www.geogebra.org Ini adalah tampilan geogebra setelah di dowload
Menu GeoGebra
File
Edit
View
Options
Tools
Window
Help
Construction Tools
]Untuk pembahasan berikutnya mari kita belajar tentang Menggambar Objek Dasae