1. Karakteristik utama dari output atau hasil akhir siklus TET yang paling tepat adalah...
a. Terkumpulnya sertifikat pelatihan yang banyak bagi setiap guru
b. Perubahan kualitas pembelajaran san peningkatan nyata pada hasil belajar murid
c. seluruh modul teori yang diberikan oleh instruktur pusat
d. Terlaksananya simulasi pembelajaran di hadapan rekan sejawat di luar kelas
2. Mengapa tahap Identifikasi dalam siklus TET harus didasarkan pada data nyata dan bukan sekadar asumsi guru?
a. Agar laporan pengembangan kompetensi terlihat lebih profesional di mata pengawas
b. Untuk mempermudah guru dalam membagi tugas sekolah kepada rekan sejawat
c. Guna memastikan pengembangan kompetensi dimulai dari masalah nyata sehingga solusi yang dirancang tepat sasaran
d. Karena pengumpulan data merupakan kewajiban administratif dalam setiap program sekolah
3. Apa tujuan utama dilakukannya tahap Amati dan Refleksi secara sistematis setelah proses implementasi selesai?
a. Mencari kesalahan guru dalam menjalankan desain eksperimen
b. Memberikan gambaran objektif mengenai dampak implementasi terhadap keterlibatan dan hasil belajar murid sebagai dasar perbaikan
c. Menyusun dokumentasi kegiatan hanya untuk keperluan sertifikasi guru
d. Menghitung durasi waktu yang dihabiskan guru selama melakukan percobaan di kelas
4. Seorang guru menemukan bahwa hasil belajar muridnya menurun. Tindakan manakah yang paling mencerminkan tahap Identifikasi yang berkualitas dalam siklus TET?
a. Segera menerapkan metode mengajar baru yang sedang populer di sekolah lain
b. Mengasumsikan bahwa penurunan nilai disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa secara umum
c. Mengumpulkan dan mengaitkan data multi sumber seperti hasil belajar, observasi kelas, dan refleksi guru untuk menemukan pola masalah
d. Menunggu instruksi dari kepala sekolah sebelum menganalisis data prestasi siswa
5. Bagaimana alur berpikir yang benar jika hasil refleksi menunjukkan bahwa eksperimen pembelajaran belum mencapai indikator keberhasilan?
a. Guru harus menghentikan siklus TET dan kembali ke metode ceramah tradisional
b. Guru segera mengganti seluruh desain tanpa menganalisis tantangan yang dihadapi sebelumnya
c. Guru melaporkan hasil yang sudah dimanipulasi agar terlihat berhasil di depan kepala sekolah
d. Guru melakukan re-identifikasi dan merumuskan langkah perbaikan atau inovasi lanjutan untuk siklus berikutya
6. Pada tahap Implementasi, guru melakukan uji coba strategi baru sambil didampingi oleh Kepala Sekolah. Karakteristik pendampingan yang diharapkan dalam TET adalah…
a. Supervisi akademok berbasis coaching guna membantu guru menghadapi tantangan praktis
a. Penilaian adminisstrasi untuk menentukan hasil kinerja tahunan guru
b. Pengambilalihan kelas oleh kepala sekolah jika guru mengalami kendala teknis
c. Observasi diam tanpa memberikan masukan agar guru merasa mandiri
7. Seorang guru merancang strategi koding untuk muridnya namun menyadari bahwa fasilitas komputer di sekolah terbatas. Langkah apa yang paling tepat dilakukan pada tahap Desain?
a. Menunda implementasi hingga fasilitas komputer di sekolah terpenuhi sepenuhnya
b. Menyusun rencana eksperimen inovatif yang kontekstual seperti strategi unplugged coding yang sesuai karakteristik sekolah
c. Tetap menggunakan modul standar yang ada meskipun tidak bisa dipraktikkan oleh murid
d. Mengganti fokus pengembangan ke materi lain yang tidak membutuhkan alat bantu teknologi
8. Jika setelah tahap Amati dan Refleksi ditemukan bahwa strategi yang diterapkan belum memberikan hasil signifikan pada murid, tindakan yang paling sesuai dengan prinsip perbaikan berkelanjutan adalah…
a. Menghentikan program eksperimen dan kembali ke metode pembelajaran sama
b. Melaporkan hasil yang sukses saja agar citra sekolah tetap terjaga di kelompok kerja
c. Menyalahkan kurangnya motivasi murid sebagai penyebab utama kegagalan eksperimen
d. Melakukan observasi dan refleksi bersama untuk menemukan area perbaikan bagi siklus berikutnya
9. Mengapa tahap Desain dalam siklus TET menekankan bahwa rencana yang disusun harus sesuai dengan konteks dan karakteristik satuan pendidikan?
a. Agar rencana tersebut mudah disetujui oleh pengawas tanpa banyak revisi
b. Untuk memastikan bahwa solusi yang dirumuskan benar-benar mampu menjawab permasalahan nyata yang ada di sekolah tersebut
c. Karena desaian yang seragam untuk semua sekolah dianggap tidak profesional
d. Agar guru tidak perlu melakukan kolaborasi dengan pihak luar dalam menyusun rencana
10. Adaptasi TET yang efektif bersifat iteratif. Hal ini berarti setelah tahap refleksi dan berbagi, guru diharapkan…
a. Kembali ke tahap re-identifikasi untuk menyempurnakan desain dan melakukan eksperimen ulang
b. Menyelesaikan tugas pengembangan dan fokus pada kegiatan sekolah lainnya
c. Menunggu evaluasi akhir tahun dari Dinas Pendidikan sebelum memulai rencana baru
d. Mengulang desain yang sama persis di kelas yang berbeda tanpa perubahan