Dokumentasi Siswa kelas IX A, IX B, IXC, IX D, IX E SMPN 46 Bandung mempelajari materi matematika
1. BILANGAN BERPANGKAT
2. LINGKARAN
Lingkaran
3. PELUANG
4. BANGUN RUANG SISI LENGKUNG
Sampai jumpa di semester genap ya
Dokumentasi Siswa kelas IX A, IX B, IXC, IX D, IX E SMPN 46 Bandung mempelajari materi matematika
1. BILANGAN BERPANGKAT
2. LINGKARAN
Lingkaran
3. PELUANG
4. BANGUN RUANG SISI LENGKUNG
Sampai jumpa di semester genap ya
1. Bilangan
Bilangan mencakup bilangan bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan berpangkat bulat, bilangan akar, dan bilangan dalam notasi ilmiah
-Bilangan Real
Kompetensi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
● Perbandingan dan sifat-sifat bilangan;
● Operasi aritmetika pada bilangan;
● Estimasi/ perkiraan hasil perhitungan;
● Faktorisasi prima bilangan asli;
● Rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan);
● Perbandingansenilai dan berbalik nilai.
2. Aljabar
A.Persamaan dan Pertidaksamaan Linier
Kompetensi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
● Persamaan linear satu variabel;
● Pertidaksamaan linear satu variabel;
● Sistem persamaan linear dua variabel
B.Bentuk Aljabar
Kompetensi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkaitcakupan sub-elemen berikut:
Bentuk aljabar dan sifat-sifat operasinya (komutatif, asosiatif,dan distributif).
C. Fungsi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
Relasi dan fungsi (domain, kodomain, range),serta penyajiannya.
D.Barisan dan Deret
Kompetensi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
● Barisan berhingga bilangan;
Deret berhingga bilangan.
3. Geometri dan Pengukuran
A. Objek Geometri
Kompetensi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
● Hubungan antar- sudut yang terbentuk oleh duagaris yang berpotongan, dan oleh dua garis sejajar yang dipotong suatu garis transversal (termasuk penentuan besar sudut dalam segitiga);
● Teorema Pythagoras.
● Kekongruenan dan kesebangunan bangun datar;
● Jaring-jaring bangun ruang (prisma, tabung, limas dan kerucut).
B. Transformasi Geometri
Kompetensi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
● Transformasi tunggal (refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi terhadap titik,garis, dan bangun datar pada bidang.
C. Pengukuran
Kompetensi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
● Keliling dan luas bangun datar(daerah segibanyak dan daerah lingkaran, serta daerah gabungannya);
● Volume bangun ruang(prisma, limas, dan bola)
4. Data dan Peluang
A. Data
Kompetensi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
● Perumusan pertanyaan untuk mendapatkan data,serta penyajian,dan peginterpretasian data;
● Penentuan dan penaksiran rerata (mean), median, modus, dan jangkauan (range) dari data;
● Perbandingan ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran beberapa
kelompok data
B. Peluang
Kompetensi
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
Peluang dan frekuensi relatif dari kejadian tunggal
Peran Teknologi dalam Pembelajaran Mendalam
-Mempercepat pekerjaan administratif guru
-Menghadirkan media yang lebih menarik dan interaktif
-Memberi ruang eksplorasi & kreasi murid
-Mendukung asesmen yang lebih adil, cepat, dan personal
AI untuk Perencanaan Pembelajaran
-Analisis kebutuhan belajar murid
-Menyusun tujuan & alur pembelajaran
-Membuat RPP/RPM dengan cepat
-Memberi ide aktivitas dan skenario pembelajaran
Contoh
-Generate RPP/RPM
-Membuat pertanyaan pemantik
-Menyusun asesmen awal (diagnostik)
-Merancang skenario PBL/inkuiri
Manfaat Konkret AI dalam Perencanaan
-Menghemat waktu penulisan dokumen
-Perencanaan lebih adaptif dan variatif
-Guru bisa fokus pada interaksi & pendampingan murid
-Muncul ide pembelajaran yang kreatif
Canva untuk Media Pembelajaran
-Mudah digunakan
-Banyak template pendidikan
-Mendukung kolaborasi
-Bisa menghasilkan presentasi, video, poster, kartu peran, LKPD, dll
Fitur Canva yang Mendukung Pembelajaran Mendalam
-Presentasi interaktif
-Video pendek & animasi
-Whiteboard & brainstorming
-Template poster / booklet / laporan proyek
-Canva Classroom untuk kerja kelompok
AI untuk Asesmen,
Apa yang bisa dibuat AI?
-Soal HOTS / studi kasus
-Rubrik penilaian
-Lembar refleksi
-Analisis kesalahan umum murid
Contoh
Google Forms
Quizizz
Wordwall
Dampak Pemanfaatan Digital pada Pembelajaran Mendalam
-Murid lebih kreatif & produktif
-Pembelajaran lebih kontekstual
-Umpan balik lebih cepat
-Guru fokus pada fasilitasi, bukan administrasi
-Proses belajar lebih bermakna
Sumber diklat e guru id
Teknologi sebagai bagian dari sistem pembelajaran
•Memahami teknologi pendidikan sebagai sistem pembelajaran
•• Peran teknologi pada setiap tahap desain instruksional
•• Mengidentifikasi prinsip pemilihan media yang efektif
Pembelajaran sebagai Sistem
Desain instruksional dipahami sebagai sistem yang saling terkait.
Teknologi berperan mendukung efektivitas dan efisiensi pembelajaran.
Setiap komponen harus dirancang secara sistematis.
Teknologi pada Tahap Analisis
-Analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik
-Pengumpulan data berbasis teknologi
-Identifikasi kesenjangan kompetensi
Teknologi pada Tahap Desain
-Penurunan tujuan instruksional khusus (TIK)
-Pemilihan strategi pembelajaran
-Penentuan media dan Metode
Teknologi pada Tahap Pengembangan
-Pengembangan bahan ajar digital dan multimedia
-Pemanfaatan LMS dan authoring tools
-Uji coba bahan ajar
Teknologi pada Tahap Implementasi
-Penyampaian pembelajaran daring/blended
-Interaksi dan umpan balik
-Diferensiasi pembelajaran
Teknologi dalam Evaluasi
-Evaluasi formatif dan sumatif berbasis teknologi
-Learning analytics
-Perbaikan berkelanjutan
Prinsip pemilihan media
-Kesesuaian dengan tujuan dan karakteristik peserta
-Efektivitas instruksional
-Ketersediaan dan keberlanjutan
Sumber diklat e guru id
Beribadah adalah bentuk pengabdian, penghormatan, dan ketaatan seseorang kepada Tuhan sesuai dengan ajaran agama atau kepercayaan yang dianutnya.
2. Pentingnya Kebiasaan Beribadah
Beribadah dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan sehingga memberikan ketenangan hati yang membuat kesehatan mental dan pembentukan karakter semakin baik. Selain itu, beribadah dapat membangun hubungan sosial yang positif, menjalani
hidup yang lebih bermakna dan penuh berkah.
Manfaat beribadahfaat Kebiasaan Beribadah
a. Mendekatkan hubungan individu kepada Tuhan, mengakui keberadaan dan kekuasaan Tuhan, serta membangun hubungan yang penuh syukur, cinta, dan
penghormatan.
b. Meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial. Ibadah bukan sekedar ritual, tetapi juga membentuk karakter yang baik dengan menjalankan kebaikan dan
menjauhi perbuatan buruk.
c. Meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna. Ibadah memberi kita waktu untuk merenung, introspeksi, dan memfokuskan pikiran pada hal-hal yang
lebih penting. Sehingga membantu kita untuk menyusun
prioritas dan membuat keputusan arah hidup yang lebih bijaksana.
d. Meningkatkan kebersamaan dan solidaritas. Ibadah tidak hanya menghubungkan kita dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama tanpa memandang status sosial atau latar belakang. Ibadah menjadikan kita lebih peduli, dekat, dan berbagi dalam menjalani hidup dengan lingkungan sekitar.
e. Meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan. Ibadah adalah upaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, karena setiap bentuk ibadah melibatkan proses
pembelajaran, perbaikan diri, dan pengembangan karakter yang terus-menerus.
Cara Penerapan kegiatan beribadahbiasaan Beribadah
a. Mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pembelajaran. Gunakan studi kasus yang relevan dengan nilai-nilai agama. Diskusikan bagaimana tokoh-tokoh agama atau
sejarah menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka.
b. Menciptakan lingkungan yang mendukung ibadah, murid dapat beribadah dengan nyaman sesuai agama, keyakinan, dan kepercayaan yang dianutnya. Misalnya:
tersedianya ruang untuk sholat, berdoa, meditasi, atau kegiatan keagamaan lainnya. Murid dapat diingatkan untuk melakukan ibadah tepat waktu melalui pengumuman atau bel tanda pengingat waktu beribadah.
c. Kegiatan keagamaan yang menarik. Bentuk organisasi keagamaan di sekolah. Ajak murid untuk berpartisipasi dalam kegiatan seperti diskusi agama, kajian kitab suci,
atau kegiatan sosial yang berlandaskan nilai-nilai agama. Serta rayakan hari-hari besar agama dengan kegiatan yang mendidik dan menyenangkan. Libatkan murid dalam
perencanaan dan pelaksanaan acara tersebut.
d. Memberikan motivasi dan inspirasi, ceritakan kisah-kisah inspiratif para tokoh
agama, tokoh nasional, atau figur publik yang memiliki komitmen kuat terhadap ibadah. Murid dapat terinspirasi dan termotivasi melaksanakan ibadah.
e. Kolaborasi dengan orang tua dan tokoh agama. Libatkan orang tua dalam mendukung rutinitas ibadah murid. Berikan informasi tentang kegiatan keagamaan di sekolah dan pentingnya peran orang tua agar rutinitas ibadah terus berjalan saat di rumah. Undang tokoh agama untuk memberikan ceramah atau bimbingan kepada murid. Ini dapat memberikan perspektif yang lebih luas dan mendalam tentang agama. Selain itu, berikan penghargaan kepada murid yang menunjukkan peningkatan dalam rutinitas ibadah mereka.
f. Gunakan lagu-lagu tentang Beribadah,
Gemar belajar adalah kebiasaan atau sikap seseorang untuk terus menambah pengetahuan, keterampilan, atau wawasan baru dengan rasa senang, antusias, dan berkeinginan kuat.
2. Pentingnya Kebiasaan Gemar Belajar
Kebiasaan gemar belajar penting karena membantu perkembangan murid untuk mencapai kesuksesan. Murid dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan lebih siap menghadapi tantangan.
Kebiasaan gemar belajar dapat mengasah kepercayaan diri dan daya juang murid. Karena membuat lebih adaptif dalam berbagai situasi, tidak takut gagal, atau memandang kegagalan sebagai sebuah proses pembelajaran.
Kebiasaan gemar belajar membuka lebih banyak peluang di masa depan, baik dalam pendidikan maupun karir karena murid yang gemar belajar lebih adaptif dan kreatif dalam menemukan solusi.
Oleh karena itu, membangun kebiasaan gemar belajar sangat penting agar peserta dapat terus berkembang berinovasi, dan menghadapi perubahan dengan lebih percaya diri.
Manfaat Kebiasaan Gemar Belajar
Manfaat Kebiasaan Gemar Belajar
a. Pengembangan Diri. Murid yang gemar belajar selain pengetahuan dan keterampilannya akan bertambah, karakter mereka juga semakin kuat salah satunya ke
bijaksanaan yang dimiliki meningkat guna kompetensi diri lebih baik.
b. Menumbuhkan Kreativitas dan Imajinasi. Murid yang gemar belajar memiliki keberanian untuk bertanya, mencoba hal baru, berpikir di luar kebiasaan, mengeksplorasi ide-ide baru, menciptakan inovasi, dan menemukan solusi kreatif.
c. Menemukan Kebenaran dan Pengetahuan. Murid yang gemar belajar akan terbiasa untuk menemukan kebenaran dan pemahaman yang lebih dalam.
d. Membentuk Kerendahan Hati dan Empati. Murid yang gemar belajar akan
menyadari bahwa ada banyak hal yang belum diketahui. Sikap ini membentuk kerendahan hati yang mengajarkan bahwa belajar adalah proses tanpa akhir dan tidak ada yang benar-benar sempurna atau tahu segalanya. Murid yang gemar belajar akan memiliki sikap empati dan lebih menghargai perbedaan.
Cara Penerapan Kebiasaan Gemar Belajar
a. Menumbuhkan rasa ingin tahu, dorong murid untuk selalu bertanya dan mencari tahu jawabannya dari berbagai macam sumber. Misalnya: buku, internet, diskusi, atau
mengikuti seminar/webinar.
b. Membuat jadwal belajar, ajak murid untuk menyusun jadwal belajar yang rutin setiap hari. Misalnya: gunakan metode “tema harian” dimana hari Senin fokus ke membaca dan membuat ringkasan, Selasa latihan soal, Rabu menonton video edukasi, Kamis diskusi atau belajar kelompok, Jumat membuat peta pikiran (mind mapping),
Sabtu kuis seru, dan Minggu review dan santai.
c. Belajar dengan metode yang menyenangkan, ajak murid belajar dengan metode pembelajaran yang aktif dan kreatif. Misalnya: menonton video edukasi, peta pikiran
(mind mapping), eksperimen langsung, diskusi, mengajar teman sebaya (peer teaching), dan gunakan beberapa aplikasi pembelajaran yang interaktif.
d. Bergabung dengan kelompok belajar, dorong murid untuk berdiskusi bertukar pemahaman atau mengikuti komunitas/kelompok belajar yang ada di sekolahnya.
Misalnya: komunitas literasi, komunitas sains dan teknologi, komunitas matematika, komunitas debat, komunitas jurnalistik, komunitas koding, dan lainnya.
e. Membiasakan membaca, biasakan murid untuk membaca
berbagai sumber bacaan dan minta mereka untuk mencatat poin-poin pentingnya. Misalnya: buku, artikel, jurnal, majalah, koran, dan lainnya.
f. Memanfaatkan teknologi, berikan kebebasan yang bertanggung jawab kepada murid untuk memanfaatkan teknologi, misalnya internet, untuk mencari informasi
relevan dan terpercaya.
g. Menetapkan tujuan belajar yang jelas, berikan target yang jelas kepada murid ketika belajar. Misalnya: 1 minggu elesai 1 buku, 1 hari selesaikan 1 soal, atau 1 bulan menguasai chord gitar sebuah lagu.
h. Mengembangkan pola pikir positif terhadap belajar, murid perlu diberikan pemahaman bahwa belajar adalah sebuah kebutuhan, bukan sebuah beban. Angkat kembali motivasi murid ketika mengalami kegagalan. Tanamkan bahwa kegagalan adalah sebuah proses dan bukan akhir dari segalanya
i. Gunakan lagu-lagu tentang Gemar Belajar, seperti lagu “Ayo Semangat Belajar”
Makan sehat dan bergizi adalah pola makan teratur dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga mendukung kesehatan fisik dan mental
Pentingnya Kebiasaan Makan Sehat dan Bergizi
Kebiasaan makan sehat dan bergizi sangat penting bagi murid karena da-pat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan asupan gizi yang seimbang, murid dapat memiliki energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal.
Kebiasaan makan sehat dan bergizi dapat membentuk disiplin dalam memilih makanan yang baik bagi tubuh, sehingga membantu murid untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Tubuh yang sehat dan kuat, dapat membuat produktif dalam belajar, berolahraga, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar,
sehingga mendukung kesuksesan akademik dan menguatkan karakter mereka.
3. Manfaat Kebiasaan Makan Sehat dan Bergizin Makan Sehat dan B
a.Menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka panjang. Kita berinvestasi pada masa depan yang bebas dari penyakit dan ketergantungan pada obat-obatan jangka panjang.
b. Memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran. Gizi yang baik dan nutrisi yang cukup membuat tubuh anak lebih kuat, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung produktivitas.
c. Menjaga tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu. Anak diajarkan untuk mengambil makanan sesuai porsi dan kebutuhan agar terhindar dari pemborosan,
belajar bertanggung jawab terhadap sumber daya yang tersedia.
d. Meningkatkan kemandirian. Kebiasaan ini mengajarkan anak untuk memilih sendiri dan mengkonsumsi makanan sehat yang mempengaruhi energi, kesehatan, dan kesejahteraan tubuhnya; mengelola kebutuhan dasar tanpa selalu bergantung pada orang lain; terbiasa makan dan camilan sehat. Melibatkan anak dalam memilih bahan
makanan sehat dan membuat kombinasi makanan seimbang mengajarkan keterampilan praktis untuk mendukung kemandiriannya di masa depan.
Cara Penerapan Kebiasaan Makan Sehat dan Bergizi
Membiasakan anak untuk mengonsumsi makan sehat dan bergizi seimbang bukan hanya tugas orang tua, tetapi juga bisa didukung melalui kegiatan di sekolah. Berikut beberapa strategi yang bisa dilakukan:
a. Mengadakan program edukasi gizi, adakan sesi diskusi atau presentasi di kelas tentang pentingnya makanan sehat dan bergizi. Gunakan video, infografis, atau eksperimen sederhana untuk menunjukkan dampak makanan bergizi
terhadap tubuh dan otak.
b. Membuat tantangan makan sehat, buat program tantangan makan sehat, misalnya “7 Hari Sarapan Sehat” di mana murid mencatat menu sarapan mereka setiap
hari. Murid yang berhasil menyelesaikan tantangan bisa mendapatkan apresiasi.
c. Mengajak murid untuk membawa bekal sehat, dorong murid untuk membawa bekal sehat dari rumah. Guru dapat mengadakan sesi berbagi pengalaman di kelas, di
mana murid bisa menjelaskan menu bekal sehat mereka.
d. Mengintegrasikan dengan mata pelajaran, dalam pelajaran IPA atau Penjaskes, guru dapat menjelaskan nutrisi dalam makanan dan dampaknya terhadap kesehatan.
Selain itu, bisa membuat media kampanye makan sehat atau menulis artikel tentang manfaat gizi seimbang.
e. Melibatkan kantin sekolah, bekerja sama dengan kantin sekolah agar menyediakan pilihan makanan yang lebih sehat, seperti buah-buahan, sayuran, dan minuman tanpa
pemanis buatan.
f. Mengadakan demo makanan sehat, sekolah bisa mengadakan “demo makanan sehat” sekaligus mengajak pelajar untuk memasak makanan sehat bersama.
g. Melibatkan orang tua/wali, mengirimkan informasi kepada orang tua mengenai pentingnya makan sehat dan bagaimana mereka bisa membantu anak-anak memilih
makanan bergizi di rumah. Bisa dalam bentuk surat himbauan, webinar, atau grup diskusi bersama orang tua.
h. Gunakan lagu-lagu tentang makan sehat dan bergizi, seperti lagu “Makan Sehat, Kita Hebat”
Berolahraga adalah aktivitas fisik yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran tubuh, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup.
Pentingnya berolahraga
Olahraga yang teratur dapat membuat kita merasa lebih sehat dan lebih bugar, yang secara langsung meningkatkan kualitas hidup kita. Olahraga penting untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan, kehidupan sosial, dan kesehatan tubuh. Melalui
olahraga, kita menjaga agar tubuh tetap aktif dan bugar, sehingga mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Manfaat kebiasaan berolahraga
A. Menjaga kesehatan fisik dan mendukung kesehatan mental.
Berolahraga dapat mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan kualitas pikiran, serta menciptakan harmoni antara tubuh dan pikiran.
B. Menjaga kebugaran tubuh.
Tubuh adalah karunia Tuhan yang perlu dijaga dan dikembangkan potensinya secara
maksimal.
C. Meningkatkan potensi diri, baik secara fisik, mental, maupun sosial yang mendukung kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan.
d. Meningkatkan nilai sportivitas.
Nilai sportivitas mengajarkan sikap yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.
Cara Penerapan Kebiasaan Berolahraga
a. Mengadakan kegiatan olahraga yang menarik seperti kompetisi dan turnamen yang diselenggarakan sekolah maupun mengikuti kompetisi di luar sekolah.
b. Menetapkan kegiatan olahraga bersama, seperti senam pagi, jalan sehat, atau olahraga tim.
c. Kelas cerita inspiratif,
ceritakan kisah-kisah inspiratif tentang atlet atau tokoh olahraga yang berhasil.
d. Kolaborasi dengan orang tua,
libatkan orang tua dalam mendukung kegiatan olahraga murid. Kirimkan informasi
tentang kegiatan olahraga di sekolah dan sosialisasikan kepada orang tua agar kegiatan olahraga rutin dilakukan saat di rumah.
e. Menciptakan program olahraga yang variatif,
perkenalkan juga kegiatan olahraga lain seperti yoga, tari, atau panah, untuk menarik minat murid terhadap berbagai jenis olahraga.
f. Gunakan lagu-lagu tentang Berolahraga, seperti lagu “Ayo Olahraga!”
Beberapa contoh soal TKA matematika SMP
1. Budi mencoba membeli kopi yang baru buka di sebelahrumahnya. Harga 1 gelas kopi adalah Rp 20.000,00. Budi pulang dan merasakan kopi ini enak sehingga dia pergi untuk membeli lagi 2 gelas lagi untuk kakak dan ibunya. Di gerai kopi tersebut ada tertulis seperti gambar. besar uang yang telah dikeluarkan oleh Budi adalah…
A. Rp 30.000,00
B. Rp 40.000,00
C. Rp 50.000,00
D. Rp 60.000,00
Budi membeli 1 gelas kopi dengan harga Rp 20.000,00. Tidak ada diskon untuk pembelian pertama.
Total untuk pembelian pertama: Rp 20.000,00.
· Pembelian Kedua:
Budi membeli 2 gelas kopi lagi.
Harga normal untuk 2 gelas kopi adalah 2 × Rp 20.000,00 = Rp 40.000,00.
Terdapat diskon 50% untuk pembelian kedua, sehingga diskon yang diperoleh adalah 50% × Rp 40.000,00 = Rp 20.000,00.
Total untuk pembelian kedua setelah diskon: Rp 40.000,00 - Rp 20.000,00 = Rp 20.000,00.
· Total Pengeluaran Budi: Pembelian pertama: Rp 20.000,00. Pembelian kedua: Rp 20.000,00.
Total: Rp 20.000,00 + Rp 20.000,00 = Rp 40.000,00.
2. Desain jembatan yang tepat sangat penting untuk memperkuat struktur karena menentukan kestabilan, ketahanan, dan keselamatan jembatan dalam menghadapi beban dan kondisi lingkungan. Salah satu contoh desain jembatan tampak pada gambar.
Bagian rangka jembatan tersebut dapat digambarkan dengan sketsa garis sebagai berikut:
Diketahui garis L1 sejajar dengan garis L2 dan garis L3 sejajar dengan garis L4. Jika besar sudut A adalah 50O, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!
Kunci :Benar, Salah, Benar
3 Pak Doni mempunyai rumah dengan tampak samping kanan sebagai berikut.
Pak Doni ingin mengecat dinding samping kanan rumah tersebut. Terdapat empat merek cat di pasaran yang dapat digunakan Pak Doni seperti ditunjukkan pada tabel berikut.
Merek Cat | 1 kg Dapat Mengecat | Kemasan yang Tersedia di Toko |
Momilex | 7 m2 | 5 kg-an dan 10 kg-an |
Josun | 8 m2 | 2 kg-an dan 10 kg-an |
Bulux | 10 m2 | 2 kg-an dan 5 kg-an |
Noppin | 9 m2 | 1 kg-an dan 5 kg-an |
Pak Doni ingin membeli cat dengan merek yang sama. Supaya sisa cat yang dibeli paling sedikit, cat merek apakah yang sebaiknya dipilih?
A. Momilex.
B. Josun.
C. Bulux.
D.Noppin
Kunci : C
4. Misalkan a dan b merupakan dua bilangan real sehingga sistem persamaan linear (SPL)
mempunyai solusi (x,y) = (5,-2).
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut terkait dengan nilai a dan b!
Pernyataan | Benar | Salah |
a merupakan bilangan prima. |
|
|
b merupakan bilangan ganjil. |
|
|
10a + b = 31. |
|
|
KUNCI JAWABAN : Benar, Benar, Salah
5. Berdasarkan data diketahui bahwa rata-rata berat satu butir telur kecil 45 gram, satu telur sedang 55 gram, dan satu telur besar 65 gram. Seorang karyawan toko bahan pangan, sedang mengemas setiap 10 butir telur ke dalam satu kemasan dengan ketentuan bahwa rata-rata berat per telur dalam setiap kemasan tersebut adalah 55 gram. Jika dalam satu kemasan sudah berisi 1 telur besar, 5 telur sedang, dan 2 telur kecil, maka dua telur tambahan yang harus dipilih supaya tetap memenuhi aturan pengemasan adalah ….
A. 2 telur sedang
B. 2 telur besar
C. 1 telur besar dan 1 telur kecil
D. 1 telur besar dan 1 telur sedang
Kunci D
6. Pada kegiatan ulangan harian suatu SMP, siswa diminta untuk
mengerjakan 20 soal. Setiap jawaban benar mendapat poin 5,
jawaban salah bernilai -1, serta tidak menjawab mendapat poin 0.
Pada ulangan harian tersebut, Andi menjawab 19 soal dan Budi menjawab 17 soal. Kemudina setelah diperiksa, didapatkan bahwa Andi menjawab 16 soal dengan benar sedangkan sisanya salah. Adapun Budi menjawab 16 soal dengan benar dan sisanya salah. Jika nilai minimum untuk lulus dari remedial adalah 78,
tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut:
7. Michael menyewa ATV untuk setidaknya 1 jam. Harga sewa ATV Rp 50.000,00 ditambah Rp 12.000,00 per jam. Jika Michael mempunyai uang Rp100.000,00, tentukan durasi maksimal yang bisa digunakan untuk menyewa ATV.
8. Rata-rata 3 bilangan asli berbeda adalah 12. Bilangan asli terbesar yang mungkin dalam kelompok bilangan tersebut adalah…
Misalkan bilangan asli tersebut adalah a, b, dan c dengan a <
b < c
Rata-rata a, bdan c adalah 12 maka a + b+ c = 3 × 12 = 36
c akan menjadi besar jika dua bilangan lainnya adalah sekecil- kecilnya, sehingga yang mungkin adalah 1 dan 2
1 + 2 + c = 36
c = 33
9. Sebuah kue lapis berbentuk persegi dipotong menjadi 4 bagian sama besar seperti gambar berikut. Jika keliling permukaan atas setiap potongan kue adalah 50 cm, luas permukaan atas kue lapis sebelum dipotong. Adalah…